Hati-hati, Jembatan Moneng Rawan Penodongan

Jembatan Moneng Sepati kini dijaga ketat sampai malam hari oleh para ketua RT di Kelurahan Taba Pingin. | Foto : Sri Prades

Jembatan Moneng Sepati kini dijaga ketat sampai malam hari oleh para ketua RT di Kelurahan Taba Pingin. | Foto : Sri Prades

LUBUKLINGGAU – Satu bulan terakhir ini jembatan Moneng Sepati yang berada di Kelurahan Taba Pingin Kecamatan Lubuklinggau Selatan II menjadi lahan baru bagi para bandit penodong kendaraan bermotor . Baru-baru ini sudah lebih dari tiga orang yang menjadi korban penodongan sepeda motor yang disertai dengan kekerasan.

Jembatan penghubung (jalur cepat) dari arah Kelurahan Taba Pingin ke Kelurahan Siring Agung dan ke Jalan lingkar selatan ini selama ini dijadikan jalan alternatif tercepat,namun memang belum dilengkapi dengan penerangan yang memadai,dan masih hutam rimbah.

Para bandit bersenjata tajam dan senjata api rakitan memanfaatkan suasana gelap dan bersembunyi dibalik pepohonan,ketika calon korban melintas mereka langsung menyergab korbanya dan tak segan-segan melukai korbannya. Seperti diungkapkan Ketua RT 06 Kelurahan Taba Pingin, Matcik.

Diterangkanya, baru-baru ini warga Kelurahan Taba Pingin menjadi korban penodongan dengan kekerasan yakni dibacok bagian muka. Kemudian, warga Kelurahan Siring Agung juga ikut menjadi korban. Untuk menekan angka kriminalitas sekaligus menampik tuduhan bahwa penodong adalah warga Taba Pingin, pihak RT se-Kelurahan Taba Pingin dan warga bersama-sama mendirikan pos keamanan diujung jembatan.

“Pos ini kami dirikan baru lima hari, kami gabungan dari warga Taba Pingin dan Moneng Sepati, ada Edy Firdaus ketua Rt 01, devi iswandi ketua RT 04, Pensi warga Rt 01, dibantu warga lain juga,” kata Matcik.

Ia mengaku sangat tidak terima tudingan bahwa pelaku penodongan tersebut warga Taba Pingin,karena yang menjadi korban adalah warga Taba Pingin juga,dan pendirian pos tersebut juga untuk memberikan rasa aman kepada pengguna jembatan moneng sepati.

Ia juga menjelaskan,ia bersama tujuh rekanya menjaga pos dari pagi hari sampai dengan pukul 23.00 WIB. Tentu dengan adanya rombongan ini membuat para pelaku penodongan tidak melancarkan aksinya di Jembatan Moneng Sepati.

Pendirian pos tersebut,lanjut Matcik atas persetujuan dari Camat Lubuklinggau Selatan II dan Polsek Lubuklinggau Selatan. Untuk memenuhi kebutuhan pos seperti kopi,air minum,makanan dan perbailkan jembatan serta untuk makan dirumah mereka meminta sumbangan sukarela kepada para pengguna jalan jembatan.

“Ada yang bilang kami pungli,tapi kami tidak memaksa dan tidak meminta, kami menyiapkan kardus saja, ada yang ngasih ya alhamdulillah,tidak ngasih juga tidak apa-apa, kami disini butuh makan,minum juga dirumah,” terangnya.

Sejak lima hari terakhir pendirian pos keamanan tersebut ia bersama yang lainya tidak bekerja dikebun,karena itu uang hasil sumbangan sebagian digunakan untuk keperluan makan anak dan istri.

 

TEKS      : SRI PRADES
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *