CSR 75 Perusahaan di OKI akan di Audit

csr

KAYUAGUNG – Ketua forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Efendi, menegaskan akan melakukan audit CSR terhadap 75 perusahaan di OKI, untuk kepentingan penanggualangan kebakaran hutan dan lahan di OKI, agar kebakaran hutan dan lahan  di OKI tidak terulang seperti yang terjadi September – November lalu.

Direktur PT Sebangun Bumi Andalas (SBA)ini  dalam kesempatan pelatihan regu pemadam kebakaran  milik perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) OKI  yakni  PT Bumi mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas permai (BAP) dan PT SBA, Senin (8/12) di kantor Manggala Agni Daops III OKI.

“Peran serta perusahaan sangat penting dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, kebakaran bisa ditanggulangi,  salah satunya melalui program CSR perusahaan, oleh sebab itu saya sebagai ketua forum CSR Kabupaten OKI akan menginfentarisasi sekaligus mengaudit CSR perusahaan yang ada di OKI, saat ini tercatat sebanyak 75 perusahaan, perkebunan, perikanan dan kehutanan,” kata Efendi.

Dijelaskan Efendi, CSR perusahaan itu penting karena bisa digunakan untuk membantu perekonomian masyarakat yang selama ini mencari makan dari cara membakar lahan, seperti mencari kayu gelam, mencari ikan dengan  cara membakar lebung dan bercocok tanam padi dengan cara membakar lahan.

“Ini dapat dicegah melalui CSR perusahaan, diantaranya dengan cara memantu mereka yang biasa membakar gambut untuk mencari kayu kita ubah menanam pohon kehidupan, kemudian merubah para pencarai ikan dengan usaha perikanan darat dan yang biasa bertani padi sonor kita ubah mereka dengan bertanian darat, itu semua nanti dibiayai melalui CSR perusahaan, dan penerapanya kita awasi dilapangan melalui Masyarakat peduli Api (MPA) dan pemerintah, hal itu bukan hanya membantu perekonomian sesaat tetapi sampai jangka panjang,” ungkapnya.

Direktur pengendalian kebakaran hutan Sumsel, Rafles Panjaitan, dalam kesempatan tersebut, mengatakan bahwa kebakaran Hutan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini karena tidak ada koordinasi yang baik.

“Selama ini kurang koordinasi, antara pemerintah, petugas dipangan dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), kalau ada titik api bingung ini tanggung jawab siapa, anggaranya kurang dan lainya, sehingga api terus membesar, dengan adanya pelatihan regu pemadam dari perusahaan HTI yang ada di OKI yang sipersiapkan dari sekarang, diharapkan dapat meminimalisir kebakarn hutan di OKI untuk tahun 2015 nanti,” katanya.

Kepala Dinas kehutanan Kabupaten OKI, Rosidi, dalam kesempatan yang sama mengatakan kebakaran hutan dan lahan di Sumsel tahun 2014 sangat besar, 80% merupakan kawasan hutan.

“Di OKI terdapat sebanyak kurang lebih 700 ribu hektar kawasan hutan, mayoritas lahan gambut yang mudah terbakar, saat musim panas kebakaran hutan di OKI itu pasti terjadi, sekarangt bagaimana upaya kita untuk meminimalisir kebakaran hutan itu agar tidak membesar,” ujar Rosidi.

Saat ini pihaknya bersama HTI OKI sedang melakukan pendataan dimana tempat-tempat titik api beberapa bulan lalu, disanalah nanti akan di salurkanya CSR perusahaan untuk masyarakat setempat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran hutan.

“Tentunya titik-titik itu akan kita awasi ketat agar kebakaran dapat dicegah sedini mungkin, saat musim hujan sekarang ini kita manfaatkan untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan, apa yang dilakukan HTI OKI ini agar mendapat contoh bagi perusahaan lainya,” tandasnya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *