Sudah Tiga Tahun Pajak Sarang Burung Walet tak Capai Target

Ilst Gedung-Walet

Ilst Gedung-Walet

PALEMBANG – Meskipun sudah mengalami penurunan angka target pajak sarang burung walet dari tahun 2012, 2013 hingga 2014. Tapi, untuk merealisasikan jenis pajak itu sepertinya sangat berat. Terbukti, selama tiga tahun terakhir tidak pernah capai target.

Dari 11 jenis pajak, yang di kelola oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang, fluktuasi target pajak sarang Burung Walet terus mengalami penurunan setiap tahun. Target untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palembang tahun 2012 sebesar Rp 100 juta, kemudain di APBD 2013 kembali turun menjadi Rp 50 juta dan terakhir di tahun 2014 turun menjadi Rp 30 juta. Tapi, meskipun target terbilang rendah, belum juga terealisasi.

Kepala Dispenda Palembang, Agus Kelana mengatakan, dari 11 jenis pajak itu. Kemungkinan ada 3 jenis pajak yang tidak capai target yakni, sarang burung walet baru terealisasi Rp 26,4 juta dari target Rp 30 juta dengan persentase 88 persen.

“Kemudian ada lagi, pajak mineral bukan logan dan batuan. Dari target Rp 500 juta Rp 225 atau 45 persen dan yang terakhir adalah Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) baru teralisasi Rp 81 miliar dari target Rp 95 miliar atau 86 persen, tapi untuk pajak PBB kemungkinan akan bertambah,” katanya, belum lama ini.

Sambung Agus, khusus pajak walet memang agak sulit untuk merealisasikannya. Pasalnya, bisnis tersebut fluktuatif dan juga saat ini harga liur walet sedang mengalami penurunan harga.

“Ya, kami akui, memang sulit untuk merealisasikannya. Tapi, kami akan berusaha untuk mewujudkannya hingga tutup tahun 2014 ini,” katanya.

Selain itu, sambungnya, belum terealisasinya pajak sarang burung walet itu dikarenakan juga pengusahanya merugi. Dengan begitu, berbagai alasan pengusaha walet tidak membayar pajak.

“Misalnya, jatuhnya nilai jual Walet Palembang dan lain sebagainya, sehingga menyebabkan target pajak walet belum tercapai,” ujarnya.

Agus menambahkan, walaupun 3 target pajak itu belum terealisasi. Secara keseluruhan target 11 pajak sudah over target berdasarkan data sampai akhir November sudah terealisasi Rp 404,78 miliar dari target Rp 395,88 miliar.

“Persentase pencapaiannya sudah 102, 25 persen. Untuk 8 pajak lainnya rata-rata sudah tercapai, dan ada juga masih tinggal 3-5 persen lagi,” tukasnya.

 

TEKS     : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *