Pihak Bank Terlibat Tipikor PT Campang Tiga

PALEMBANG – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus mendalami siapa saja yang terlibat tindak pidana korupsi (Tipikor) yang melibatkan PT Campang Tiga, Bank Indonesia, BNI dan Bank Sumsel-Babel (BSB).

Dalam kasus ini penyidik Direskrimsus Polda Sumsel memastikan adanya kerterlibatan pihak Bank dalam kejahatan perbankan ini, namun untuk saat ini penyidik belum berani untuk menetapkan siapa saja tersangka yang terlibat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumsel, Inspektur Jendral Polisi (Irjen Pol) Iza Fadri. Dijelaskannya, perkara ini kuat dugaan dilakukan secara korporasi. Dengan kata lain, oknum-oknum yang bekerja di bank kuat dugaan ikut melancarkan pencairan kredit yang sudah mengalir ke PT CT.

“Sistem keamanan bank untuk meluluskan suatu kredit sangatlah ketat. Tanpa adanya peranan orang dalam, sistem tersebut sangat sulit untuk dibobol,” kata Iza, Jumat (5/12).

Namun, Iza tidak mau berandai-andai untuk menentukan siapa tersangka dari kasus ini. Ditegaskannya, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel masih akan menunggu hasil audit kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Palembang yang sampai saat ini belum jua keluar.

Jika nanti hasil audit kerugian negara sudah keluar, masih kata Iza, barulah penyidik menyebutkan siapa-siapa tersangka dari kasus ini. Saat ini, penyidik baru mengindikasikan siapa-siapa tersangkanya. Namun, indikasi itu masih sebatas dugaan dan belum ada penetapan dikarenakan belum adanya bukti audit kerugian negara yang merupakan bukti utama dari kasus ini.

“Saya sudah datangi Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk menanyakan apakah audit BPK Palembang sudah keluar atau belum. Menurut penyidik, hasil audit akan keluar dalam waktu dekat ini. Setelah itu, barulah, kita akan gelar perkara,” kata Iza.

Ditanya apakah Mabes Polri ikut serta menyidiki perkara ini, Iza menampiknya. Meski kasus ini ditangani secara kolektif, namun penyidik utama masih dari Polda Sumsel.

Pihak Mabes polri hanya sebatas mengawasi dan mengamati sejauh mana perekembangan kasus ini sudah berjalan. “Berapa jumlah tersangkanya, sudah ada bayangan. Namun, kita tunggu saja dulu hasil audit BPK Palembang,” pungkas Iza.

Kasus ini, seperti diketahui, bermula saat PT CT mengajukan jaminan lahan untuk pencairan kredit di BSB Jakabaring. Rupanya, jaminan itu sudah dijaminkan di BNI dan menurut Ditreskrimsus Polda Sumsel hal ini sudah melanggar aturan.

Selain itu, lahan PT CT yang dijaminkan Mularis diduga masih dalam sengketa dengan PT LPI. Bahkan, dari kabar yang berhembus, PT LPI sudah memenangkan perkara kepemilikan lahan berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *