Pemilik 63 Ton Minyak Ilegal Terus Diburu

PALEMBANG – Setelah diketahui pemilik 63 ton minyak mentah yang digrebek satu pekan yang lalu adalah seorang pengusaha yang tinggal di Jakarta, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus berusaha memburu tersangka.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eddy Purwatmo, melalui Kanit Tipiter, Komisaris Polisi (Kompol) Tito Dani, dijelaskannya dua tangkapan minyak mentah yang diangkut secara ilegal diduga kuat milik pengusaha yang berinisial E.

Ini didapat dari hasil keterangan masing-masing sopir yang sudah diamankan di Ditreskrimsus Polda Sumsel. “Menurut sopir, E ini menugaskan mereka mengambil minyak mentah di Babat Toman Muba. E menggunakan kendaraan dari PT Nirwana, yang kita duga mengetahui adanya pengangkutan minyak mentah ini,” kata Tito, Jumat (5/12) kemarin.

Berdasarkan informasi dari dua sopir yang sudah diamankan, lanjut Tito, Ditreskrimsus Polda Sumsel akan melayangkan surat panggilan untuk E. Tito berharap, E memenuhi panggilan itu. Jika tidak, akan dilakukan penjemputan paksa meski yang bersangkutan ribuan kilometer jauhnya dari Palembang.

Untuk sopir yang kini diamankan, Tito sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka. Ini disebabkan keduanya sudah mengetahui cairan yang diangkut adalh minyak mentah, bukan limbah minyak seperti yang disebut masing-masing sopir.

“Keduanya hanya mengantungi izin mengangkut limbah minyak. Sementara, yang mereka angkut itu bukanlah limbah minyak, melainkan minyak mentah yang asli,” kata Tito.

Seperti diketahui, dalam waktu dua pekan ini, Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap dua sopir yang mengangkut minyak mentah. Tangkapan pertama terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Kelurahan Alang-alang Lebar Palembang. Adapun minyak mentah yang diangkut berjumlah 28 ton yang disopiri oleh Khotib.

Untuk penangkapan kedua dilakukan oleh Brimob Polda Sumsel di kawasan Jalan By Pass Kelurahaan Alang-alang Lebar Palembang. Dari penangkapan ini, Brimob Polda Sumsel mengamankan 33,5 ton dan mengamankan sopirnya bernama Darma. Dari dua penangkapan ini, sama-sama menggunakan tronton milik PT Nirwana.

“Kedua sopir statusnya ikut serta. Kini, kita akan mencari keberadaan pelaku utamanya untuk diketahui siapa pembeli minyak mentahnya. Pasalnya, kedua sopir belum mengetahui akan dijual kemana minyak mentah ini,” kata Tito.

 

TEKS  : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *