MEA Tinggal Menunggu Hari

ILustrasi | Ist

ILustrasi | Ist

PALEMBANG – Untuk pelaku usah mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan (Sumsel) dihimbau agar selalu siap untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan dimulai pada tahun 2015 mendatang.

Menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, Syarifuddin Bassara mengatakan untuk menghadapi MEA 2015 mendatang, UMKM Sumsel harus siap bersaing di pasar bebas Asean mendatang. Hal ini penting untuk kemajuan perekonomian di Indonesia.

“Untuk UMKM di Sumsel harus siap menghadapi MEA yang tinggal menghitung hari, dan kita percaya bahwa UMKM Sumsel mampu menghadapi tantangan tersebut,” kata Syarifuddin kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Jumat (5/12).

Menurut Syarifuddin, UMKM merupakan industri kecil yang tahan banting. Hal tersebut terbukti saat Indonesia menghadapi krisis moneter 1998 lalu di mana usaha itu mampu bertahan di tengah krisis. “Meski Indonesia pernah mengalami krisis moneter yang sangat hebat, namun untuk pelaku UMKM tetap bertahan dari gempuran tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan salah satu kunci untuk menghadapi era MEA adalah memperkuat permodalan melalui bantuan perbankan. Dengan memperkuat permidalan ini diharapkan mampu menopang laju pertumbuhan UMKM. Namun apabil ini tidak dilakukan maka akan berdampak pada lambatnya laju pertumbuhan UMKM.

“Pelaku UMKM harus berani menghadapi kredit komersial, bank juga selama ini memandang UMKM adalah pasar yang strategis untuk pembiayaan,” jelasnya.

Dia juga memintah agar peran pemerintah Sumsel juga ikut memberikan dorongan dan motivasi kepada pelaku UMKM agar terus berkembang. Misalnya dengan memberikan fasilitasi permodalan dan promosi produk khas Sumsel.

“Peran pemerintah sangat penting, karena maju atau tidaknya pelaku UMKM juga berpengaruh terhadap pemerintah,” katanya.
TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *