Berpantang Pulang Sebelum ke Puncak

Gunung Dempo Pagaralam | Bagus Park

Gunung Dempo Pagaralam | Bagus Park

PALEMBANG – Kutipan yang sangat menarik dari Lord Robert Boden Powell yang dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia. “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”. Ini pula yang mendasari pendaki gunung berbagai kalangan mulai Siswa Pencinta Alam (Sispala), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), Kelompok Pencinta Alam (KPA), hingga pendaki freeland untuk menaklukkan gunung.

Puluhan pendaki gunung yang tergabung di Sispala, Mapala, KPA, dan pendaki freeland nampak sedang bersiap mendaki puncak Gunung Dempo di Kota Pagaralam. Agar jejak sampai ke puncak, bagi mereka sederas apapun air hujan bukanlah menjadi penghalang. Yang berbeda? Adalah memang jalur yang dilalui pendaki saat musim hujan tak seperti biasanya. Jalan dan tanjakan penuh genangan air berpadu lumpur. Ini pun membuat energi pendaki sedikit terkuras.

“Kalau musim hujan seperti ini jalurnya lebih menantang andrenaline, jika kesiapan diri tidak maksimal lebih baik mengurungkan niat. Karena selain jalur yang licin dan terjal untuk menyaksikan merapi atau kawah Gunung Dempo sangatlah sulit akibat tertutup kabut,” jelas Mas Nur, warga yang acapkali menemani pendaki di Gunung Dempo di Kampung. Sering pula yang mendaki Gunung Dempo singgah sejenak di warung milik Mas Nur.

Rata-rata pendaki Gunung Dempo ingin mendaki gunung beralasan hobbi dan ingin menikmati ciptaan Yang Maha Kuasa. Di luar itu mereka kepengin menghabiskan waktu cuti secara bersama-sama.

“Kalau saya, ini yang kedua kalinya mendaki Gunung Dempo. Yang pasti perlengkapan yang dibawa untuk mendaki, sleepingbett, tenda kecil atau doom untuk menginap, peralatan masak dan konsumsi tentunya,” ucap Fredy, salah satu pendaki asal Palembang.

Fredy tak sendirian. Di tempat yang sama, Nefri, mahasiswa Mapala Sandi Rimba Kami (Sabak) dari Universitas Sriwijaya kepada Kabar Sumatera mengungkapkan, jika pendaki pemula atau kali pertama sebaiknya jangan melangsungkan pendakian ketika musim hujan. Sebeb, jalur yang dilalui menuju puncak cukup sulit, genangan air hujan bercampur lumpur membuat langkah kaki akan melambat dan memakan waktu.

“Jika biasanya dari titik awal pendakian hingga puncak bisa membutuhkan waktu enam jam. Tapi kalau musim hujan bisa lebih dari itu,” bebernya.

Wartawan Harian Umum Kabar Sumatera Ardy Fitriansyah pun menyempatkan diri menempuh pendakian ke Gunung Dempo. Di lokasi pendakian, beberapa organisasi pencinta alam baik dari kalangan sekolah maupun masyarakat umum mendapat kegiatan pendidikan dasar (diksar) yang diselenggarakan Mapala Universitas IAIN Palembang dan Mapala Palaspa dari Universitas PGRI Palembang. Saat ini juga Mapala Kelaras dari Universitas STISIPOL Palembang pula tengah melaksanakan Diksar bagi siswa baru pencinta alamnya.

 

 

TEKS    : ARDY FITRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *