Satpol PP Rutin Razia Miras

Ilustrasi Sat Pol PP | Dok KS

Ilustrasi Sat Pol PP | Dok KS

PALEMBANG – Banyaknya korban jiwa akibat minuman keras (miras) oplosan di Jawa Barat, membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Palembang, prihatin. Agar hal itu tidak terjadi di Metropolis, pihaknya selalu rutin melakukan razia terhadap penjual maupun peredaran miras di ibu kota Sumsel ini.

“Kami rutin patroli, untuk razia penjual miras. Alhamdulillah, di Palembang tidak ditemukan namanya miras oplosan,” ungkap Kepala Satpol PP Palembang, Tatang DK Direja, saat dibincangi, di balai kota Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Kamis (4/12).

Tatang mengatakan, dalam melakukan patroli, pihaknya menerjunkan 3 personil untuk pagi dan 3 personil untuk patroli malam. Ia mengaku, patroli yang dilakukan pihaknya di laksanakan setiap hari.

“Setiap hari kami patroli, bukan hanya penjual miras. Tapi juga melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang mangkal di kawasan-kawasan terlarang,” katanya.

Sambungnya, selain Satpol PP, pihak kepolisian juga rutin melakukan patroli penyisiran di 16 Kecamatan di Palembang. Menurutnya, jenis miras yang beredar di Metropolis ini kebanyakan jenis tuak, anggur merah dan lainnya.

“Yang paling banyak itu tuak. Untuk oplosan belum ditemukan. Penjual yang kedapatan menjual miras dalam jenis apapun langsung di sita dan kemudian dimusnakan,” ujarnya.

Ia mengaku, ada empat titik kawasan yang paling marak di jadikan tempat peredaran miras, yakni kawasan Jakabaring, Depan TVRI Palembang, Kuburan Cina dan di kawasan Kecamatan Kalidoni.

“Rata-rata miras jenis tuak. Empat titik itu paling rawan. Karena, berulang kali ditertibkan dan miras nya disita. Tapi, masih saja terulang kembali,” sebutnya.

Lanjut Tatang, bagi warga Metropolis yang mengetahui dimana saja titik penjualan miras, diharapkan segera melaporkan kepada Satpol PP, sehingga bisa ditindak.

“Peredaran miras jenis apapun kami sita dan kami musnakan segera. Miras yang berhasil disita tidak pernah di simpan dikantor. Karena akan menimbulkan bauk yang tidak sedap, sehingga langsung dimusnakan,” tukasnya.

 

TEKS    : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *