Pertamax Turun Harga

MUARA ENIM – Meski pemerintah pusat telah mengumumkan penurunan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax seiring melemahnya harga minyak dunia akhir-akhir ini.

Namun, hal itu belum berpengaruh dan berdampak signifikan terhadap harga jual Pertamax di Muaraenim. Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, kemarin (4/12) di SPBU 2431343 Talang Jawa Muaraenim diketahui, harga jual pertamax masih Rp12.000 per liter.

“Kalau harga pertamax masih Rp 12.000 per liternya,” tutur Prastyo pengelola sekaligus pemilik SPBU 2431343 Talang Jawa Muaraenim.

Menurut Prastyo, harga Pertamax Rp 12.000 per liter diberlakukan pihaknya sejak 1 Desember 2014. Dimana sebelumnya harga jual Pertamax di SPBUnya Rp 12.250 per liter. “Turunnya Rp 250 per liter dari harga sebelumnya,” bebernya.

Diakuinya, harga jenis Pertamax saat ini berbeda-beda setiap SPBU, meski ada kebijakan penurunan dari pemerintah, bahkan informasinya kalu di Jakarta sekitar Rp9900,-. Hal itu tidak terlepas dari biaya transportasi pengiriman.

“Kalau BBM non subsidi kita semua yang nanggung biaya transportasinya. Berbeda dengan BBM Subsidi,” terangnya.

Meski demikian, lanjutnya, peminat BBM jenis pertamax untuk saat ini tetap meningkat, dimulai pasca kenaikan harga BBM subsidi beberapa waktu lalu. “Kalau penguna BBM Pertamax bisa dikatakan meningkat pemakaiannya,” paparnya.

Hal itu terlihat dari data pihaknya, dimana sebelum kenaikan BBM Subsidi pemakaian jenis Pertamax dikisaran 150 liter per harinya. Namun sangat berbeda drastis pasca sehari diumumkannya kenaikan BBM Subsidi, penguna Pertamax rata-rata menjadi 300 liter lebih per harinya.

“Waktu sehari berselang pengumuman kenaikan BBM subsidi, penjualan Pertamax sampai tembus 500an liter perharinya,tapi sekarang rata-rata dikisaran 300an liter lebih per harinya” kenangnya.

Ditanya ketersedian Premium Subsidi akhir-akhir ini kurang stabil di Muaraenim? Jawabnya, untuk stok ketersedian BBM jenis premium subsidi tidak ada masalah dari depot, hanya saja, kata Prastyo, saat ini pihaknya sedang melakukan pembenahan keuangan, sebab, pasca kenaikan BBM bersubsidi keuangannya mengalami perubahan.

“Sebelum premium naik, kita kan biasa pesan 20000 liter per hari. Setelah naik tentu modal untuk mendapatkan premium 20000 liter itu harus ditambah. Kalau tidak ditambah modalnya, tentu solusinya mengurangi jumlah pesanan. Belum lagi peningkatan kuota jenis pertamax,” pungkasnya.

 

TEKS      : SISWANTO
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *