Pacu Produktivitas Pertanian, Pagaralam Programkan Irigasi

PAGARALAM – Pemerintah Kota Pagaralam, bakal memfokuskan pada pembangunan fisik infrastruktur irigasi sektor pertanian di Bumi Besemah ini secara luas, dengan membangun irigasi lematang dan air merah dari cawang di Kecamatan Dempo Selatan.

“Ya, selama lima tahun kedepan akan serius menggarap pembangunan di bidang pertanian. Apalagi hal itu berdampak positif pada meningkatnya tarap hidup dan kesejahteraan masyarakat luas, terutama meningkatkan hasil pendapatan para petani di Bumi Besemah ini,” kata Wali Kota Pagaralam, Hj Ida Fitriati Basjuni, kemarin (4/12).

Ia mengatakan, potensi irigasi lematang nantinya diprediksi mampu mengairi sekitar tiga ribu hektar sawah. Sedangkan Air Merah Cawang mampu mengairi empat ribu hektar sawah.

“Pembangunan di bidang pertanian dinilai cukup memiliki prospek yang begitu tepat dan menjanjikan dimasa akan datang. Apalagi sesuai dengan kondisi alam yang ada, dengan melimpahnya sumber air maupun tingkat kesuburan tanah yang ada,” terangnya.

Masyarakat Pagaralam sambungnya, sebagain besar bertani dan kebun. Sehingga adanya peluang yang dapat diarahkan adalah sektor pembangunan dibidang agribisnis pertanian, diantaranya pembangunan irigasi untuk meningkatkan produktifitas dan mengurangi ketergantungan kebutuhan beras dari daerah lain,” kata Ida.

Dikatakannya, pembangunan bendungan lematang yang banyak memiliki manfaat selain pertanian, dapat pula dijadikan sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Air dan objek wisata.

“Jika infrastruktur dibangun dan perbaiki, saya yakin dalam waktu singkat dampaknya akan terlihat dan produksi meningkat hasilnya pun mampu bersaing,” tegasnya.

Guna memulai langkah dimaksud dalam rangka mewujudkan swasembada pangan, tentunya dapat dilakukan dengan serius membangun sektor pertanian melalui berbagai tahapan, diawali dari sektor hulu yakni inventarisasi lahan, pembinaan petani termasuk kelompok tani baru kemudian pembenahan industri hilirnya.

“Semoga saja kegiatan ini dapat terwujud dengan baik dan lancar, agar tidak perlu lagi impor atau mendatangkan beras dari daerah tetangga. Kita menargetkan Bumi Besemah ini agar menjadi swasembada pangan andalan Sumsel,” tegasnya.

 

TEKS      : ANTONI STEFEN
EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *