Kuli Bangunan Alih Profesi Jual Ekstasi

PALEMBANG – Berdalih borongan sepi dan tidak mempunyai uang untuk membiayai hidup keluarganya, Wilianto (38) yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini, nekat alih profesi sebagai pengedar narkoba, dengan berjualan pil ekstasi dan sabu-sabu.

Atas aksi nekatnya yang melawan hukum, Warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Keramat, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan Sebrang Ulu I Palembang ini, diciduk petugas Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (3/12) pukul 20.30 WIB.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan 50 butir ekstasi kunin Logo Glas satu paket besar sabu seberat 2,73 gram. Selain itu, polisi juga menyita puluhan plastik bening serta ponsel merk Nokia yang berisikan SMS pesanan sabu dan ekstasi.

Di hadapan penyidik, Welli mengatakan, dirinya memang menjual sabu dan ekstasi sekaligus. Untuk mempermudah, ia menggunakan jasa beberapa kurir yang ditugaskan mengantar sabu dan ekstasi ke tangan pembeli.

“Saya beli dari Ep (DPO). Ekstasi satu butirnya seharga Rp 160 ribu dan akan saya jual seharga Rp 180 ribu, sementara sabu seharga Rp 2,5 juta dan saya jual Rp 2,8 juta,” kata Welli.

Masih kata Welli, dirinya terpaksa menjual sabu dan esktasi karena sampai saat ini belum punya pekerjaan tetap. Sebelum memutuskan menjual sabu dan ekstasi, Welli kerja serabutan.

Kadang menjadi buruh bangunan, kadang juga menjadi kuli angkut. Namun, meski sudah kerja keras, uang yag didapat masih belum cukup memenuhi kebutuhan isteri dan anak.

Di tengah keputus asaan Welli untuk mencari nafkah, Ep datang menawarkan pekerjaan untuk menjual sabu dan ekstasi. Karena tergiur dengan uang yang akan didapat, Welli menerima tawaran itu.

Lama kelamaan, Welli sudah bisa mendapatkan banyak uang dan sanggup memakai jasa kurir supaya mempermudah pekerjaannya. “Kurir saya namanya Wn (DPO). Saya upah dia Rp 100 ribu per transaksi,” kata Welli.

Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Deddy Setyo, melalui Kasubdit I, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syahril Musa mengatakan diamankannya tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat yang resah akan pekerjaan haram yang dijalani Welli.

Dari informasi, petugas mendatangi kediaman Welli dan melihat sabu serta ekstasi ada di rumahnya. “Akan kita cari keberadaan Ep dan Wn. Welli kita jerat dengan pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika,” kata Syahril.

 

TEKS    : OSCAR RYZAL

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *