Investasi SCOMI Grup untuk Monorel Sebesar 550 Juta Dollar?

PALEMBANG – Keinginan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang akan membangun Jalur Kereta tunggal atau monorel diminati perusahaan asal Malaysia, SCOMI Grup. Hal itu diungkapkan oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Ruslan Bahri usai pertemuan dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin di ruang kerjanya, Kamis (4/12).

Ruslan, pihak SCOMI Group mengunjungi Palembang usai Pemprov Sumsel menyambangi beberapa hasil pekerjaan mereka dalam membangun transportasi di Malaysia beberapa waktu lalu.

“SCOMI Grup sudah berpengalaman membangun dua monorel di dua negara, yakni di Mumbai, India dan Rio de Jeneiro di Brazil. Jenis yang sudah mereka bangun adalah monorel generasi kedua. Jadi tidak diragukan lagi kemampuannya,” kata Ruslan saat dibincangi usai pertemuan.

Kemarin, pertemuan membicarakan rencana pembangunan monorel dan pola kerja sama yang akan disepakati Pemprov Sumsel dengan SCOMI Grup. Ruslan mengatakan, dalam rancangan pembangunan pihak SCOMI akan mengeluarkan biaya hingga 550 juta dollar Amerika Serikat (USD) untuk monorel.

“Mereka siap berinvestasi 20 juta dollar per meter. Dengan gerbong kereta yang dapat menampung hingga 100.000 orang penumpang. Bila dalam kurs Rp10 ribu, tarifnya bisa diprediksi sampai Rp20 ribu per orang. Tapi itu masih dalam gambaran,” ucapnya.

Pemprov Sumsel berencana membagi pembangunan monorel dalam dua koridor. Dalam koridor I, kereta akan melintasi bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II-Jalan Kolone H Burlian-Jalan Demang Lebar Daun-Jalan Angkatan 45-Jalan Kapten A Rivai-Jalan Jenderal Sudirman dan Masjid Agung. Untuk koridor II, kereta mulai dari Masjid Agung-Jakabaring Sport City. Akan ada 24 stasiun yang rencananya dibangun sepanjang Koridor I atau Koridor II.

“Gubernur mengatakan pada investor agar membuat proposal penawaran bentuk kerjasama yang ingin dijalin. Termasuk memperhitungkan nilai investasi dan keuntungan yang akan mereka dapat ketika mengelola monorel,” sebut Ruslan.

Ia menjelaskan, Pemprov Sumsel memberi hak pengembangan delapan stasiun atau Transit Oriented Development (TOD) untuk dikembangkan kepada SCOMI Grup sebagai kompensasi. Total luas kedelapan stasiun itu mencapai 150.588 meter persegi untuk dibuat kios atau ruang iklan di bagian dalam, sedangkan bagian luar stasiun dapat diubah menjadi hotel, kantor atau lahan parkir yang dapat menguntungkan.

“Selain monorel, kita juga menawarkan lahan di Tanjung Api Api (TAA) bila mereka merasa membangun dan mengelola monorel kurang menguntungkan. Anggap sebagai kompensasi karena mereka bersedia berinvestasi,” jelasnya.

Masih kata Ruslan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang untuk memastikan jalur yang akan dibangun rel bebas hambatan, seperti utilitas berupa kabel telepon, gas atau listrik.

“Lahan sudah siap. Tidak ada yang dibebaskan, karena jalur rel berada di median jalan. Gubernur meminta secepatnya digelar tender, agar pembangunan selesai sebelum pelaksanaan Asian Games tahun 2018,” tukasnya.

 

TEKS   : IMAM MAHFUZ

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *