Daya Beli Petani Di Sumsel Anjlok

PALEMBANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel) memperkirakan daya beli petani dalam 2-3 bulan ke depan akan kian merosot akibat dampak kenaikan harga BBM bersubsidi apabila tidak segera diantisipasi oleh pemerintah.

Untuk daya beli petani di Sumsel kembali mengalami penurunan, hal ini ditunjukkan dengan indeks nilai tukar petani yang merosot jadi 99,49 persen pada November 2014 atau di bawah tahun dasar 2012.

Bahkan pada bulan sebelumnya, untuk nilai tukar petani (NTP) di Sumsel mengalami penurunan sebanyak 0,38 persen dibandingkan Oktober  2014.

“Kenaikan harga BBM itu pada minggu ketiga November, tetapi efeknya cukup besar dalam mengurangi daya beli petani. Saya khawatir NTP pada Desember nanti bisa lebih buruk lagi,” kata Kepala BPS Sumsel, Bachdi Ruswana, Kamis (4/12).

Menurutnya, pemerintah harus mendorong peningkatan produksi petani guna menjaga daya beli petani tetap tinggi. Namun, peningkatan produksi juga harus didukung jaminan harga yang tinggi dari pemerintah.

“Penurunan NTP itu disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sementara indeks harga yang dibayar naik,” katanya.

Dia menyebutkan hampir semua subsektor NTP mengalami penurunan dibandingkan September 2014, kecuali sub sektor tanaman perkebunan rakyat.

NTP peternakan  merupakan subsektor yang mengalami penurunan tertinggi, yaitu senilai 1,77 persen. Sementara subsektor tanaman pangan turun sebanyak 1,23 persen.

“Sementara hanya sektor perkebunan rakyat yang mengalami peningkatan indeks sebanyak 0,57 persen,” ujarnya.
TEKS : AMINUDDIN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *