15 Persen Mobil Dinas Pemkot Palembang tak Lulus Uji Emisi

Ilst. emisi

Ilst. emisi |IIst

PALEMBANG – Sebanyak 15 persen mobil dinas (Mobdin) pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tidak lulus uji emisi. Angka itu di dapat dari hasil uji emisi gas buang yang dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Palembang, di samping kantor Pemkot Palembang, Kamis (4/12).

Berdasarkan pantauan Kabar Sumatera, pengujian emisi gas buang itu di laksanakan dari pukul 08.30 WIB-14.00 WIB. Sedikitnya ada 131 mobdin yang di uji emisinya.

“Sekitar 85 persen kami nyatakan lulus uji emisi, sedangkan sisanya, kami minta mobdinnya dibawa ke bengkel atau diperbaiki gas buangnya,”ungkap Kabid Pengendalian, Pencemaran dan Pengelolaan Limbah, BLH Palembang, Heni Kurniawati.

Ujar Heni, pihaknya sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada seluruh dinas,badan dan kantor agar seluruh mobdin dilakukan uji emisi. Adapun pengujian emisi mobdin tersebut dilakukan untuk mobil yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium.

“Untuk mobil berbahan bakar premium, kami periksa hidrokarbon dan kabonmonoksidanya. Sedangkan untuk mobil berbahan bakar solar yang diukur yakni opasitas nya atau semacam gumpalan asap yang dihitung berdasarkan prosentasenya gumpalan asapnya,” katanya.

Dia mengaku, mobdin yang dinyatakan lulus tergantung tahun pembuatan mobilnya. Untuk di bawah tahun 2007 pada mobil bensin maka hidrokarbon 1200 ppm, karbonmonoksidanya 4,5 persen. Kalau diatas tahun 2007 kadar hidro karbonnya 2000 ppm, dan karbonmonoksida nya 1,5 persen.

“Sedangkan mobil berbahan bakar solar dibawah tahun 2010 opasitasnya 70 persen, sedangkan mobil diatas tahun 2010 opasitasnya cuma 40 persen. Hal itu sesuai dengan kualitas udara yang memenuhi ambang batas dari kementerian lingkungan hidup tahun 2006,” akunya.

Jelas Heni, dari hasil tersebut, mobdin berbahan bakar bensin hampir rata-rata lulus uji emisi. Namun, berbeda dengan mobdin berbahan bakar solar banyak yang tidak lulus uji emisi.

“Mobdin itu kurang dirawat, sehingga gas buangnya tidak baik,” katanya.

Dengan keadaan demikian, sambungnya, pemegang fasilitas mobdin dapat memperhatikan setelan gas mobilnya agar tidak terlalu tinggi. Karena, bisa berpengaruh terhadap gas buangnya. Termasuk juga dalam operasionalnya mobdin diminta untuk tidak sering melajukan kendaraan dengan sangat lambat karena juga bisa berpengaruh.

“Boleh juga sesekali dikendarai dengan kecepatan sedang. Jangan lambat terus,” imbuhnya.

Heni menambahkan, dari hasil yang didapat. Pihaknya akan segera melakukan perekapan dan segera melaporkan hasil uji emisi tersebut kepada Wali Kota atau Wakil Wali Kota dan Sekda.

“Dengan hasil tersebut diharapkan kedepannya ada perubahan. Sebab uji emisi yang dilakukan rutin di lakukan setiap tahun,” dijelaskannya.

 

TEKS   : ALAM TRIE MARSATA

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *