Polresta Palembang Berhasil Bekuk “Duta Malaysia”

ilustrasi

ilustrasi

PALEMBANG – Hanya dalam hitungan jam usai beraksi, spesialis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), berhasil dibekuk petugas Sat Reskrim Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palembang, Kamis (2/01) pukul 16.30 WIB.

Setelah sempat kejar-kejaran bersama anggota ke Polisian yang akan hendak menangkapnya, akhirnya Ishak Heriyanto (24), pelaku pencurian motor ini, tak dapat berkutik saat petugas berhasil mengejar dan menangkapnya.

Usai berhasil menangkap pelaku, warga Jalan Talang Bali, Lorong Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin ini, dijebloskan ke balik jeruji penjara Mapolresta Palembang.

Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti satu unit sepea motor Yamaha Moi Soul dan sebuah kunci leter T, yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor.

Penangkap Ishak, berawal dari Rustam Effendi (58), warga Lorong Cempedak Raya, NO 672, RT 02, RW 02, Kelurahan Sei Buah, Kecamatan Ilir Timur II. Mendatangi sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsekta IT II Palembang.

Dihadapan petugas Effendi mengatakan kalau sepeda motor miliknya, telah raib dicuri oleh kawanan begal curanmor. Padahal motor kesayangannya itu terpakir diteras rumahnya, dengan keadaan motor sudah terkunci stank.

“Padahal motor itu sudah dikunci dan berada didalam rumah, melihat motor saya hilang, saya langsung melaporkan kejadian ini ke polisi, atas kejadian itu motor saya seharga Rp 10 Juta itu, telah hilang dibawa oleh pencuri,” tutur Effendi.

Mendapat laporan tersebut, petugas IT II berkordinasi dengan Unit Ranmor Polresta Palembang, melakukan pengejajaran. polisi yang berada dilapangan, melihat motor milik Effendi berada dikawasan Kenten Laut, Kabupaten Banyuasin, tak mau kehilangan buruannya polisi langsung meringkus pelaku.

Diakui Ishak, ia tidak seorang diri melakukan aksi curanmor, ia bersama M (DPO) warga Banyuasin. “Saya hanya bertugas sebagai pemetik saja, sedangkan M mencari sasaran,” ungkap residivis atas kasus yang sama ini.

Tambah Ishak, ia sudah enam kali melakukan aksi pencurian motor, tidak hanya di Palembang, ia juga pernah masuk penjara di Negri Malaysia dan Propinsi Sumatera Utara, atas kasus pencurian.

“Motor hasil curian dijual didareah Desa Rambutan, Kabupaten Ogan Kombring Ilir (OKI), setiap unitnya dijual Rp 2,5 sampai Rp 3 Juta dan hasilnya nanti dibagi rata,” terang Ishak.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Sabarudin Ginting, melalui Kanit Ranmor, Iptu Shanni shiddiq. Mengatakan kalau tersangka merupan spesial Curanmor yang sudah lama diincar.

“Kita sudah mengejar tersangka M, tetapi tersangka tidak ada. Dari rumah M, kita berhasil minyata dua unit sepeda motor, yang merupakan hasil curian yang belum sempat dijual tersangka,” pungkanya.

 

Teks    : Oscar Ryzal

Editor   : Junaedi Abdillah




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *