Pemkot Lubuklinggau disarankan Serahkan Urusan Kebudayaan ke Disdik

LUBUKLINGGAU – Seiring adanya perubahan nama kementrian dan departemen di Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah Republik Indonesia, Pemkot Lubuklinggau disarankan sebaiknya menyerahkan segala urusan atau bidang kebudayaan kepada Dinas Pendidikan Lubuklinggau. Usulan ini bukan tak beralasan, Disdik Lubuklinggau merujuk pada adanya departemen kebudayaan di Kemenbud Das Men pimpinan Anies Baswedan.

“Kalau bisa sebaiknya bidang kebudayaan itu diserahkan ke Dinas Pendidikan Lubuklinggau,karena sekarang departemen kebudayaan ada dibawah Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Lubuklinggau, H Mustopa Yusup didampingi salah seorang staf bidang Pendidikan Luar Sekolah, Hendri Almawijaya kepada Kabar Sumatera, Rabu (3/12).

Saat ini bidang kebudayaan di Kota Lubuklinggau masih dipegang penuh olej Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jika merujuk pada Kemenbud DasMen Bidang Kebudayaan berada dibawah Dinas Pendidikan bukan Kementrian Pariwisata.

“Kalau kita merujuk pada Kementrian, sebaiknya memang urusan kebudayaan balik ke Dinas Pendidika, nah bagian pariwisata baru ke Dinas yang sekarang,” tambah Hendri Almawijaya.
Hendri berkata, jika melihat di daerah-daerah lain, bidang kebudayaan memang tergabung didalam Dinas Pendidikan, seperti Kabupaten Musi Rawas Utara, dengan demikian penanaman kebudayaan akan lebih optimal baik garis koordinasi maupun implementasi disekolah kepada para generasi muda akan lebih efektif.

Kendati demikian, Dinas Pendidikan Lubuklinggau masih menunggu kebijakan pejabat nomor satu di Pemerintahan Kota Lubuklinggau yakni H SN Prana Putra Sohe,karena keputusan berada ditangan ekskutif dan legislatif.

Sebab,lanjut H Mustopa perubahan tersebut harus diterbitkan terlebih dahulu Peraturan Daerah (Perda) mengenai pemindahan bidang kebudayaan ke Dinas Pendidikan Lubuklinggau,atau bisa saja diganti nama menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lubuklinggau.

“Kalau diserahkan ke kita, inshallah kita pasti siap melaksanakan tugas dan program kebudayaan di Kota Lubuklinggau,tapi kita tunggu saja kebijakan Walikota dan DPRD, karena Perda nya belum dibuat,” tegasnya.

 

TEKS : SRI PRADES
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *