Ekonomi Sumsel 2015 Diprediksi Bagus

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, R. Mirmansyah. | Foto ; Bagus Kurniawan Ks

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, R. Mirmansyah. | Foto ; Bagus Kurniawan Ks

PALEMBANG – Sejalan dengan optimisme pertumbuhan ekonomi Nasional, perekonomian Sumatera Selatan (Sumsel) diperkirakan akan membaik pada tahun 2015. Ekonomi di Sumsel diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,2 hingga 5,6 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang, R. Mirmansyah, mengatakan untuk pertumbuhan tahun 2015 diperkirakan akan terus membaik, karena didorong oleh perbaikan kinerja sektor pertanian dan industri pengolahan yang terus berkembang pesat.

“Tak hanya didorong oleh sektor pertanian dan industri, investasi juga diperkirakan masih akan tumbuh tinggi seiring dengan berbagai realisasi pembangunan infrastruktur dan kawasan industri di Sumatera Selatan,” kata Mirmansyah kepada Harian Umum Kabar Sumatera, Rabu (3/12).

Kata Mirmansyah, penting bagi Sumsel untuk terus mendorong terjadinya hilirisasi karet karena potensi produksinya yang sangat besar. Jika kita hanya mengandalkan barang mentah atau natural, maka kita akan sangat bergantung pada harga internasional dan tidak akan bergerak menuju negara yang maju.

“Dengan adanya hilirisasi, akan mendorong daya saing perekonomian Indonesia serta terwujudnya high income country di masa yang akan datang,” ungkap Mirmansyah.

Selain itu, Indonesia akan dapat memenuhi kebutuhan domestik, ekspor barang dengan nilai tambah tinggi, serta peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara itu, untuk prospek inflasi ke depan, akan terus mengalami perbaikan. Dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada tahun 2014 ini akan habis pada akhir tahun 2015, sehingga capaian inflasi akan kembali pada kisaran normalnya yaitu 4,50±1% (yoy).

“Hal ini disebabkan oleh meningkatnya indeks harga pada semua kelompok dengan rincian kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keungan,” ujarnya.

Sedangkan kenaikan inflasi juga terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. Selain itu pergerakan angka inflasi ini juga didorong oleh naiknya harga 98 komoditas antara lain cabai merah dengan andil inflasi 0,67%, premium 0,41%, angkutan dalam kota 0,36% dan biaya administrasi transfer uang sebesar 0,16%.

 

TEKS     : AMINUDDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *