Distribusi Buku K13 Tersendat

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

* Anggaran Telah Disiapkan Buku tak kunjung datang
* KTSP Dianggap Masih Unggul dari Kurikulum 2013

LUBUKLINGGAU – Implementasi kurikulum 2013 satu semester terakhir ini di Kota Lubuklinggau memang cukup berjalan,meski belum terlalu memuaskan,karena para guru dan peserta didik belum terlalu mengenai kurikulum garapan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bersatu jilid II tersebut.

Pengimplementasian kurikulum 2013 di Kota Lubuklinggau masih menyisahkan sejumlah masalah, selain dinilai terburu-buru karena Kurikulum sebelumnya masih belum efektif tapi sudah menerapkan kurikulum baru.

“Pemerintah Kota Lubuklinggau sudah menyiapkan anggaran untuk pembelian buku,tapi kenyataanya buku untuk K13 belum bisa menjangkau seluruh kebutuhan buku disekolah-sekolah,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, H Mustopa Yusup kepada Kabar Sumatera, Rabu (3/12).

Diterangkanya, buku-buku tersebut belum terdistribusi sesuai dengan kebutuhan oleh pihak penerbit yang ditunjuk oleh Kementrian Pendidikan dan Kabudayaan atau sekarang menjadi Kementrian Kebudayaan Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa Kementrian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar Menengah akan merevisi Kurikulum 2013 tersebut, namun bukan untuk menghapus, hanya memperbaiki kekurangan-kekurangan dari garapan Muhamad Nuh.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Firdaus Abky masing-masing kurikulum memiliki keunggulan dan kelemahan,namun jika dibandingkan jauh lebih unggul kurikulum KTSP,karena materi yang disampaikan jauh lebih tajam dan mengena mata pelajaran.

K13, lanjut dia, materi yang disampaikan dalam satu mata pelajaran hanya pertema dan sepintas,tidak mendalam seperti KTSP,tetapi K13 lebih memberikan ruang kepada siswa siswi untuk berkreasi.

“K13 sifatnya tematik, dalam satu buku berbagai macam tema ada PKN, Matematika, kepribadian, dan lainnya, kalau kurikulum KTSP pemilihanya sudah perpelajaran perbedaanya hanya proses pembelajaran dari satu sisi saja, kalau K13 memberikan kesempatan lebih luas kepada murid untuk berkreasi,” terangnya.

Ia pada dasarnya lebih memilih KTSP, dibanding K13, karena speknya materi lebih jelas, kupasan materi lebih tajam dan guru juga lebih memahami, serta raport hasil per semester penilaianya lebih memuaskan karena menggunakan angka bukan deskripsi.

“Hasil penilaian kalau KTSP berbentuk angka, kalau K13 hanya deskripsi sama seperti raport TK, kalau kita nilai .asih kurang pas untuk takaran Indonesia, karena minat baca saja masih kurang itu pembandingnya, K13 ini lebih pas nya kalau diluar negeri,” kata Firdaus.

TEKS:SRI PRADES
EDITOR:RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *