Cabai Keriting Rp 100 Ribu per Kilo

EMPAT LAWANG – Sejumlah pedagang cabai merah keriting di Pasar Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang makin kepedasan akibat merugi. Betapa tidak, kenaikan harga secara drastis Rp 100 ribu per kilogram, membuat cabai merah keriting tak lagi menjadi bahan dapur favorit.

Sejak sepekan terakhir, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli cabai merah keriting, hingga stock dagangan banyak busuk dan terbuang.

“Biasanya sehari laku sekitar lima kilogram, kini menghabiskan dua kilogram saja sulit,” keluh Nur (36) pedagang cabai merah keriting di Pasar Tebing Tinggi, kemarin (3/12).

Kenaikan harga sebut Nur, dipengaruhi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Dari harga Rp 70 ribu perkilogam, kini sudah naik 50 persen menjadi Rp 100 ribu perkilogramnya. Kalau jenis cabai merah keriting hijau naik menjadi Rp 80 ribu dari harga sebelumnya dikisaran Rp 60 ribu, begitu juga dengan cabai merah keriting rawit.

“Imbas BBM naik nih susah kami pak, jualan sepi kebutuhan ekonomi meningkat,” cetusnya.

Senada itu Eko (40) pedagang cabai merah keriting lainnya mengaku, beberapa minggu terakhir ini harga cabai merah keriting engalami kenaikan di pengaruh dari naiknya harga BBM. Kata dia, dari kenaikan harga BBM itulah ongkos angkut untuk membawa cabai merah keriting pun meningkat. Sementara konsumen akan membeli cabai merah keriting sedikit mengingat harganya cukup mahal.

“Harga yang dulu saja pembeli masih mikir-mikir untuk membelinya. Apalagi kalau naiknya sudah banyak. Seperti mau lebaran saja,” keluh Eko.

Selain itu, lanjutnya para pelanggan biasa membeli satu kilogram perharinya, kini mereka hanya membeli seperempat kilogram. Paling banyaklah setengah kilogram, kalau untuk membeli satu kilogram masih sangat sedikit.

Untuk menutupi kerugian, lanjut Eko, kami juga harus menjual barang yang lain seperti terong. Itupun harga sayur yang paling murah. Perkilogramnya dijual Rp 4000.

“Lumayanlah kita juga tutup kerugian dengan menjual sayuran lain. Daripada menjual hanya cabai merah keriting saja bisa-bisa menjadi rugi,” jelasnya.

Wawan (40) salah seorang pemilik rumah makan mengatakan, cabai merah keriting merupakan bahan masakan utama dan sangat diperlukan. Hampir semua sayur dan lauk pauk harus menggunakan cabai merah keriting. Jadi kalau dikurangi bisa juga berpengaruh pada masakan. Karena rumah makan padang ini terkenal dengan pedas masakanya. Tidak mungkin rasa yang khas itu dihilangkan.

“Semenjak harga naik kita terpaksa membeli cabai merah keriting sedikit demi sedikit. Karena tidak mungkin kita membelinya banyak-banyak. karena nanti bumbu yang lainya tidak akan terbeli. Biasanya saya membeli cabai merah keriting satu kilogram per harinya. Semenjak naik kini hanya membeli setengah kilogram saja. kan sayang untuk membeli yang lainya,” kata Wawan berharap, harga cabai merah keriting dan sembako segera turun, agar tidak menyulitkan.

 

TEKS       : SAUKANI

EDITOR     : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *