Usai Bacok Mandor Bangunan, Penjaga Malam Ditembak

PALEMBANG – Tak senang lantaran tidak mendapatkan uang jatah keamanan, M Fadli (26) dengan membabi buta nekat membacok Hasan (62), yang berprofesi sebagai mandor bangungan, atas kejadian tersebut korban menderita luka bacok bahu kanannya dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit (RS) Kesdam Benteng Palembang.

Tidak senang atas perbuatan pelaku, sambil ditemani anaknya warga Jalan Kadir TKR, Lorong Terusan, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang ini, melaporkan kejadian yang menimpanya ke sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel).

Mendapat laporan tersebut Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), unit jatanras Polda Sumsel pimpinan Komisaris Polisi (Kompol) Antoni, berhasil meringkus tersangka. Namun naas lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap, petugas terpaksa memuntahkan timah panas ke kaki kiri tersangka, hingga dirinya tersungkur.

Tidak hanya mendapatkan timah panas polisi, atas perbuatannya tersangka yang bernama Fadli (26), yang juga tetangga korban sendiri, harus menjalani hari-harinya hidup balik jeruji penjara Polda Sumsel.

Tersangka yang sempat menjadi daftar pencarian orang (DPO) ini, ditangkap ditempat persembunyian nya, di kawasan Taman Purbakala Sriwijaya Palembang Kecamatan Gandus, Kamis (27/11) pukul 15.00 WIB.

Namun sayang adik tersangka yang berinisial F (24), yan ikut melakukan pemalakan, berhasil melarian diri. “Saya mengeroyok dia bersama adik kandung saya. Saat ini, saya tidak tahu dia ada dimana,” beber tersangka yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjaga malam ini.

Lanjut Fadil, ia tidak pernah memalak Hasan. Menurutnya, penganiayaan yang dilakukannya kepada Hasan sebagai balas dendam setelah sebelumnya dikeroyok oleh Hasan dan pegawainya. Pengeroyokan itu, menurut Fadil, ia lakukan setelah melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Hasan.

Beberapa saat setelah dikeroyok, lanjut Fadli, ia sengaja menunggu Hasan pulang kerja. Setelah beberapa saat menunggu, Fadli yang datang bersama adiknya berpapasan dengan Hasan. Keduanya lalu menghentikan langkah Hasan dan langsung melayangkan kapak ke tangan Hasan.

Setelah melakukan itu, keduanya melarikan diri. “Saya bertanya mereka itu siapa. Ini saya lakukan karena saya petugas keamanan di tempat saya tinggal. Jadi, setiap ada orang baru, saya tanyakan identitas mereka,” kata Fadli.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP FX Winardi, melalui Kanit I Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Antoni Hadi, mengatakan penangkapan ini berdasarkan laporan pengeroyokan yang dibuat kerabat Hasan di Polresta Palembang.

Rupanya, sudah banyak laporan pemalakan yang dilakukan oleh Fadli kepada tukang bangunan yang baru bekerja di sekitar rumah Fadli. “Kita akan mencari keberadaan adiknya yang masih buron. Ia terpaksa kita tembak karena mencoba melawan dengan menggunakan pisau. Pisaunya saat ini sudah kita amankan,” ujar Antoni.

 

TEKS      : Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *