Tak Terima Kasusnya ditelantarkan, Sekdes Laporkan Anggota DPRD Empat Lawang

PALEMBANG – Tidak terima lantaran kasusnya ditelantarkan begitu saja hingga bertahun-tahun, Insan (45) yang mengaku sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Nibung Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang ini mendatangi sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (1/12).

Kedatangan Insan untuk melaporkan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang yang bernama Jemi. Ia meminta jawaban tindak lanjut atas laporan pemalsuan surat pengangkatan sekdes yang pernah ia buat di Mapolres Empat Lawang lima tahun silam.

“Sampai sekarang, laporan saya belum ada tindaklanjutnya. Bahkan, Jemi selaku pihak yang saya laporkan kini sudah menjadi anggota DPRD Empat Lawang. Sementara kakaknya, Rakawarsi, masih menjadi Kades Nibung. Tentu ini membuat saya kesal dan kecewa,” kata Insan.

Masih kata Insan, dari kabar yang ia terima, Jemi dan Rakawarsi memang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Empat Lawang. Namun, berkas pemeriksaan untuk keduanya tidak pernah diterima oleh pihak kejaksaan. Dengan demikian, lima tahun berlalu, Jemi dan Rakawarsi belum pernah disidang apalagi dipenjara.

Insan berharap, jika memang perkara ini dihentikan, ia menerima pemberitahuan resmi dari pihak Polres Empat Lawang. Ia menginginkan, Polres Empat Lawang memberikan Surat Pemberitahuan Pemberhentian Penyelidikan (SP3) dari Mapolres Empat Lawang.

Namun, sampai detik ini, Insan mengaku belum menerima surat tersebut. “Saya juga belum menerima SK pencopotan Sekdes. Itu artinya, sampai saat ini, saya masih berstatuskan Sekdes Nibung,” kata Insan.

Diceritakan Insan, kejadian bermula saat dirinya dilantik menjadi Sekdes Nibung oleh Kades Nibung sebelum ditempati oleh Rakawarsi. Begitu posisi Kades Nibung diduduki oleh Rakawarsi, Rakawarsi mengeluarkan surat pengangkatan posisi sekdes kepada adiknya, Jemi.

Padahal, menurut Insan, surat itu ditujukan kepada dirinya, bukan kepada Jemi. “Tanda tangan dan isi surat pengangkatan itu asli. Hanya saja, namanya sudah diganti dengan nama Jemi, bukan nama saya,” kata Insan.

Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Ridwan, melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nanang Supriatna, mengatakan Polres Empat Lawang terus mengusut laporan Insan tersebut. Dikatakannya, berkasnya sudah berulangkali dilimpahkan ke kejaksaan.

Namun, sampai saat ini, berkas terus dikembalikan untuk dilengkapi. “Tentu, kita masih akan melengkapi berkas pemeriksaannya. Jika memang tidak ada bukti pidanany, barulah akan diterbitkan SP3. Namun, tidak mudah untuk mengeluarkan surat tersebut,” kata Nanang, yang dihubungi melalui ponselnya.

Masih kata Nanang, Polres Empat Lawang nbaru menerima limpahan perkara ini dari Polres Lahat sekitar delapan bulan silam. Sebelumnya, laporan dibuat Insan di Mapolres Lahat. Karena adanya pemekaran, laporan itu dilimpahkan ke Polres Empat Lawang.

“Berkasnya kita sudah limpahkan ke Kejari Lahat dan Kejari Empat Lawang. Namun, kedua belah pihak belum menyatakan berkas lengkap. Terlapor memang tidak kita tahan karena ancaman hukuman di bawah lima tahun,” singkat Nanang.

 

TEKS     : Oscar Ryzal

EDITOR    : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *