Sharp Segera Pasarkan Handphone

SHARP

SHARP

PALEMBANG – Jepang merupakan negara yang sudah memasarkan handphone Sharp. Kali ini di Indonesia pun Sharp segera memasarkan mulai dari smartphone hingga tablet pada tahun 2015 mendatang. “Sebagai innovasi penjualan kami kedepannya akan jual handphone. Sharp sejauh ini sudah memproduksi handphone tersebut dan memasarkan di Jepang. Dan tahun 2015 mendatang handphone Sharp akan di jual di Indonesia dengan beragam type baik itu smarphone dan tablet,” kata Brach manager Sharp Palembang, Yan Theodore, Selasa (2/12).

Setelah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pihaknya belum melakukan penyesuaian harga harga akibat kenaikan tersebut. Namun pihaknya masih mengikuti dolar, saat dolar naik maka harga akan naik juga. Pasalnya 75 persen komponen Sharp yang masih infor dari negara luar.

Pihaknya juga mengakui, penjualan saat ini kurang bagus. Karena harga komoditi sedang jelek, BBM naik, juga faktor politik, sehingga daya beli menurun. Dari target Rp50 miliar sampai saat ini baru terealisasi 50 persen.
“Kondisi cuaca, komoditi dan keadaan menjadi pendorong, ini terlalu komplek untuk kota Palembang. Solusinya kami mengurasi pengeluaran dan mengurangi jumlah karyawan kedepan 25 persen dan sedang diplanningkan. Karyawan kita disini semuanya sekitar 130 karyawan. Selain itu juga pindah kantor ke gedung yang lebih kecil,” ungkapnya.

Namun menurutnya, untuk produk Sharp yang paling diminati oleh masyarakat yakni, TV LED sekitar 30 persen, kulkas 30 persen, kemudian mesin cuci dan AC. Produk yang ditawarkan lainnya diantaranya Audio, home player, solar panel (pembangkin listrik tenaga surya) kalkulator, dan lainnya. Sementara pabrik yang memproduksi ada di Karawang dan Pulo Gadung.

“Kita produksi masal tidak menunggu adanya permintaan juga tidak terkait dengan tahun pembuatan. Seperti TV tahun 70an masih ada yang mau beli juga, kebanyakan di pulau jawa peminat barang antik,” katanya.

Pihaknya memasarkan produk lewat distributor. Ada dua distributor yakni di Sumatera Selatan (Sumsel) ada istana elektronik, dan di Pangkal Pinang ada Citra Elektronik. “Tidak hanya di Sumsel akibat komoditi, di Pangkal Pinang pun ekonomi sepertinya tidak stabil sejak larangan masyarakat setempat untuk menambah timah, sehingga berdampak pada penjualan,” katanya.

Menurutnya segmen pasar di indonesia masih middle end, sementara dibandingkan di Jepang sudah bermain di lepel premium. “Produk yang dipasarkan di Palembang sendiri mulai dari harga kalkulator Rp100 ribu sampai LCD 80 inch Rp180 juta,” katanya.

 

TEKS : AMINUDDIN
TEKS : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *