Samsul Bahri Tega Hamili Gadis SMP

 

KAYUAGUNG – Kasus perkosaan dibawah umur di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kini kembali terjadi. Nasib apes tersebut dialami DN (13), yang masih berstatus pelajar kelas 2 di salah satu SMP di Kecamatan Pedamaran OKI. Korban pun kini harus berhenti sekolah karena tengah hamil 5 bulan.

Merasa dipermalukan oleh pelaku yang masih bertetangga dengan korban, yakni Samsul Bahri (55), warga Desa Pedamaran 5 Kecamatan Pedamaran, pihak keluarga akhirnya melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres OKI, Selasa (2/12) pagi.

Saat ditemui di Mapolres OKI, korban DN yang didampingi ibunya Wasnun mengaku peristiwa pemerkosaan yang dialaminya terjadi pada Agustus 2014 lalu sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu korban yang hendak pulang ke rumah dicegat oleh tersangka Samsul Bahri yang juga seorang pengemin lebak ini. “Saat itu dia (pelaku) langsung menarik tangan saya dan membawa saya ke kebun ubi tak jauh dari rumah. Disana saya diancam akan dibunuh, sehingga saya hanya bisa menangis ketika dia melepaskan seluruh pakaian yang saya pakai,” aku korban DN.

Setelah korban dalam keadaan bugil, pelaku langsung melapiaskan nafsu bejatnya. “Sesudah itu dia (pelaku) kembali mengancam untuk tidak bercerita kepada orang lain, termasuk dengan bapak dan ibu saya. Saya sekarang tidak lagi sekolah, malu karena perut saya sudah membesar,” ucap korban.

Sementara ibu korban Wasnun mengatakan, awal mula mengetahui buah hatinya hamil karena merasa curiga melihat tingkah laku anaknya yang berubah total. “Anak saya ini juga tidak mau sekolah, serta menjadi pendiam dan tidak pernah keluar rumah. Setelah saya desak, akhirnya dia bercerita sudah diperkosa oleh Samsul Bahri. Akhirnya anak ini saya bawa ke bidan desa dan diketahui telah hamil,” terangnya.

Sebelum melapor ke Polisi, keluarga mengharapkan ada itikad baik dari pelaku, namun hingga kini pelaku tidak diketahui keberadaannya. “Sekarang anak saya ini sudah hamil 5 bulan pak, kami keluarga malu menanggung aib ini pak. Kami minta polisi dapat menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai perbuatannya kepada anak saya ini,” tandasnya.

Kasat Reskrim Polres OKI, AKP N Ediyanto didampingi Kanit PPA, Ipda Tuswan membenarkan adanya laporan asusila yang menimpa warga Desa Pedamaran 5 tersebut. “Korban sudah kami periksa, dan benar saat ini sedang hamil 5 bulan. Untuk pelaku sendiri kita belum mengetahui keberadaannya, karena setelah mengetahui korban hamil pelaku yang tinggal berdepanan rumah dengan korban langsung menghilang,” terang Kasat Reskrim.

Dikatakannya, sesuai laporan korban bernomor LP/B/425/XI/2014/Sumsel/Res OKI tersebut, pelaku akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak karena pelaku masih dibawah umur. “Mudah-mudahan pelaku bisa secepatnya kita tangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

 

TEKS : DONI AFRIANSYAH




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *