Perkebunan Sawit Penyebab Gagal Tanam di OKI

Ilustrasi Kebun Sawit | Ist

Ilustrasi Kebun Sawit | Ist

KAYUAGUNG – Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten OKI, sejak empat tahun terakhir, sebanyak 7.998 hektar lahan sawah lebak di Kabupaten OKI  gagal tanam akibat debit air yang tidak kunjung surut. Jumlah tersebut meliputi rawa lebak reguler di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung seluas 2.550 hektar, Kecamatan Sirah Pulau Padang seluas 2.490 hektar, Kecamatan Jejawi seluas 813 hektar, dan Kecamatan Pampangan seluas 2.145 hektar. Akibatnya, produksi padi di Kabupaten OKI, mengalami penurunan hingga 32.000 ton gabah kering panen (GPK) per tahun.

Masyarakat menilai kegagalan tanam di Kabupaten OKI dalam empat tahun terakhir disebabkan oleh perkebunan kelapa sawit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKI, Syarifuddin mengakui, salah satu penyebab gagal tanam yang terjadi di Kabupaten OKI dikarenakan perkebunan sawit. Selain itu kata dia pembangunan pintu-pintu air juga menjadi penyebab sehingga air dari sungai ogan tidak bisa turun karena tertutup.

“Kita sudah melakukan pengecekan di lapangan ternyata sistem irigasi perusahaan perkebunan PT WAJ yang salah, seharusnya tanggul yang dibuat oleh perusahaan itu tidak permanen atau buka tutup tapi di lapangan banyak tanggul itu dibuat permanen oleh perusahaan sehingga air tidak dapat keluar dan menggenangi persawahan warga,”kata Syarifudin, Selasa (2/12).

Menurutnya, kalau hal ini dibiarkan terjadi maka hasil pertanian di OKI akan terus berkurang ditambah lagi akan ada pembangunan kanal dari Kayuagung sampai ke Sepucuk hingga ke Pedamaran ini diyakini akan semakin memperparah hasil pertanian Padi di OKI.

” Jadi wajar kalau masyarakat menuntut pihak PT untuk menjebol beberapa tanggul karena kalau tidak dijebol masyarakat tidak bisa menanam padi,”ungkapnya.

Ditambahkannya, terkait dengan kondisi ini pihaknya sudah melakukan rapat dengan perusahaan yang bersangkutan dan hasilnya perusahaan perkebunan sawit harus ada tata kelola air yang memperhatikan dan menyesuaikan musim tanam padi sawah lebak. Dan melaksanakan pelebaran saluran air atau bendungan milik PT WAJ.

Sementara itu, Bupati OKI, Iskandar SE mengatakan, sudah mendapatkan laporan terkait permasalahan tersebut dan akan mencarikan jalan keluar agar para petani tidak dirugikan. “Iya saya juga sudah dengar laporan bahwa perkebunan sawit ini merusak hasil pertanian warga, dan banyak yang gagal tanam ini, akan kita carikan jalan keluarnya,” katanya beberapa waktu lalu.

Hal tersebut juga disampaikannya saat paparan di KPK pada 14 Oktober 2014 lalu terkait adanya perusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perkebunan sawit.

“Tapi, intinya pemerintah akan melihat dulu apakah betul dengan adanya perkebunan sawit ini mengakibatkan kegagalan tanam bagi para petani atau tidak. Kita lihat dulu dalam kurun waktu satu tahun ke depan dan akan kita evaluasi tahun depan,” jelasnya.

Ditambahkannya, pihaknya juga akan mencari jalan keluar terkait permasalan ini, misalnya cukup membuat drainase untuk pembuangan airnya sehingga tidak menggenangi persawahan masyarakat atau dengan cara lainnya.

Kalau solusi tidak berhasil, kata Iskandar, pihaknya akan segera berkonsultasi dengan Provinsi Sumsel untuk mencari jalan keluar lainnya. “Misalnya, apakah kita perlu melakukan moratorium bagi ijin yang sudah kita keluarkan atau tidak,”ungkapnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *