2015, Panti Rehabilitasi Terima Anak Binaan

INDERALAYA – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Mrsudi Putra Darmapala (MPD), Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Drs  Renhard Nainggolan M.si, mengatakan memasuki tahun 2015 mendatang, pihaknya menerima rehabilitasi anak binaan yang baru.

“Sesuai dengan program yang kita jalankan, kita tetap menerima adanya permintaan rehabilitasi anak nakal yang kita bina,” jelasnya.

Dalam pertahunnya, UPTD Marsudi Putra Dharmapala  (MPD), menerima sedikitnya 100 orang anak yang akan dibina. Seperti pada tahun 2014 yang lalu mereka juga menerima sebanyak 100 orang anak.

Hanya saja, menurut Renhard, sepanjang perjalanan waktu tidak semua anak dapat lulus di panti rehabilitasi Marsudi Putra Dharmapala yang dia pimpin.

“Tahun 2014 ini, hanya menyisakan sebanyak 80 orang anak saja. Sisanya, banyak yang keluar lantaran ada yang minggat atau pulang ke rumah orang tuanya,” jelasnya.

Dia mengakui tidak semua anak nakal dapat dibina di panti rehabiltiasi MPD. “Namun dari 80 anak yang bakal mendapatkan sertifikasi nantinya, 5 diantarnya lulus mengikuti program paket di dinas pendidikan,” jelasnya.

Sedangkan tercatat ada sebanyak 38 orang anak yang akan direkrut di perbengkelan lantaran memiliki talenta di bidang mesin.

“Sudah banyak bengkel yang meminta mereka untuk segera bergabung. Sehingga ketika lepas dari panti rehabiltiasi MPD, mereka sudah dapat berdikari dan mandiri,” jelasnya.

Sejauh ini dinas sosial Marsudi Putra Darmapala, membina sebanyak 100 orang anak nakal. “Semua anak nakal ini berasal dari 15 kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Jadi bukan hanya berasal dari Kabupaten Ogan Ilir saja,” ujarnya.

Sementara itu, banyak kriteria anak nakal yang masuk ke MPD. Antara lain, ada kenakalan remaja, berkelahi, menodong hingga  merampok. Namun sebelum diasramakan, anak nakal tersebut terlebih dahulu ditanyakan apakah akan mengikuti program yang dilakukan oleh UPTD Dinas Sosial MPD.

Kriteria lainnya adalah mereka di bawah umur. “Mereka semuanya harus berumur di bawah 18 tahun,” ujarnya.

Sejauh ini, UPTD MPD sudah menelurkan banyak anak nakal yang sudah direhabilitasi. “Banyak kok anak nakal yang telah dibina keluaran MPD, sudah sukses,” ujarnya.

 

Teks    : Junaedi Abdillah

EDITOR   : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *