Warga Serbu Kantor Dewan Pagaralam

PAGARALAM – Ratusan massa yang mengatasnamakan warga Griya Bangun Sejatera Kelurahan Bangunrejo Kecamatan Pagaralam Utara, serbu kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pagaralam, terkait usulan mereka untuk pembangunan jalan poros senilai Rp 3 miliar terancam tidak masuk dalam pengesahan RAPBD 2015.

Aksi damai berlangsung, Senin (1/12) pukul 10.00 WIB, disambut baik oleh Ketua DPRD Ruslan Abdul Gani beserta Wakil Ketua II Dedy Stanza dan Sekretaris Dewan Patriot A Mundra SPd MM beserta staf, mengajak 10 perwakilan warga menuju ruang rapat komisi guna mencari solusi terbaik agar berbagai tuntutan dapat dimusyawarakan.

Pantauan di lapangan, sebelum kedatangan para demonstran, ratusan personil keamanan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan anggota Samapta Polresta Pagaralam, sudah berjaga-jaga dipelataran kantor DPRD Kota Pagaralam sejak pukul 08.00 WIB, guna menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan.

Kordinator Aksi, Endang Wijaya mengatakan, usulan pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejatera (GBS), Kelurahan Bangunrejo, Kecamatan Pagaralam Utara, senilai Rp 3 miliar melalui RAPBD Kota Pagaralam tahun 2015 terancam batal. Pasalnya, pemerintah setempat  mengaku belum menerima berita acara serah terima antara  pihak Developer dalam hal ini PT Baiti Sejatera dengan  Pemerintah Kota Pagaralam.

Padahal serah terima tersebut sudah diserahkan pengembang kepada Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan Setdako Pagaralam pada 12 Agustus 2014 lalu.

“Jika usulan tersebut sudah masuk ke Tim Anggaran Pemerintah  Daerah (TAPD) hingga dilakukan  pembahasan di DPRD Kota Pagaralam, tentunya segala sesuatu mengenai syarat kelengkapan program pembangunan sudah lengkap. Tapi mengapa pihak Bappeda Kota Pagaralam justru mengatakan bahwa usul tersebut belum dilengkapi berita acara serah terima. Hal itu sangat lucu sekali bisa terjadi, karena proses penggodokan berbagai usulan pembangunan tentunya melalui Bappeda terlebih dahulu, ” kata Endang.

Ditambahkan Alimson, warga lainnya, sebagai pemerataan pembagunan disegala bidang,  ratusan warga Griya Bangun Sejatera mendatangi kantor dewan untuk meminta para Legislator ini agar dapat mengesahkan usulan pembangungan  jalan poros dimaksud demi kepentingan masyarakat di Bumi Besemah ini.

“Kami melakukan aksi demo di kantor dewan guna mempertanyakan hal tersebut. Kalau anggaran pembagunan jalan poros Griya Bangun Sejatera senilai Rp 3 miliar sudah masuk pembahasan RAPBD 2015, berarti pihak Bappeda dinilai tidak memberi kesempatan masyarakat Bumi Besemah ini untuk menikmati pemerataan pembangunan,” sebutnya.

Ketua DPRD Kota Pagaralam Ruslan Abdul Gani didampingi Wakil Ketua 1 Dedy Stanza mengatakan, pihaknya akan mengajak Pemerintah Kota Pagaralam dalam hal ini Bappeda dan Bagian Administarasi Ekonomi Pembangunan guna  membahas berbagai aspirasi yang disampaikan warga Griya Bangun Sejatera khususnya.

“Kita bahas bersama pihak  Pemkot Pagaralam guna mendapatkan solusi terbaik agar pemerataan pembangunan dapat berjalan dengan lancar, sehingga usulan warga setempat dapat terwujud dengan  baik,” terangnya.

Ia berkata, sebelum pelaksanaan pembangunan jalan poros dimaksud tentunya diperlukan berbagai persyaratan maupun teknis lainnya. Pihak pengembang harus menyerahkan perumahan tersebut kepada pemerintah dengan dilengkapi berita acara serah terima. Begitu pulu tim survey pembangunan bersama komisi terkait juga turun kelapangan guna mengetahui lokasi mana yang yang masuk program pembangunan.

“Sebab itu, kami mengharapkan agar aturan itu dapat  ditegakkan dengan sebaik-baiknya sehingga pelaksanaan pembangunan nantinya tidak menimbulkan masalah,” tegasnya seraya berjanji akan merealisasikan usulan pembangunan jalan poros tersebut melalui anggaran induk APBD Kota Pagaralam  2015.

Pimpinan PT Baiti Sejatera, H Suharindi SJ SPd MM mengatakan,  izin pelaksanaan pembangunan Griya Bangun Sejatera, tahap pertama seluas 5 hektar dan tahap kedua seluas 8 hektar dan tercatat seluas 13 hektar. Ia mengatakan, mungkin proses penyerahan  dari pihak pengembang kepada pihak pemerintah dinilai belum begitu tepat atau tidak begitu prosedural.

“Jalan lingkungan Perumahan Griya Bangun Sejatera sudah kita serahkan ke Pemkot Pagaralam sejak 12 Agustus 2014 lalu. Beberapa blok jalan poros memang dalam kondisi rusak dan statusnya sudah kita serahkan ke Pemkot Pagaralam,” sebutnya seraya  berkata kita sudah menyediakan sejumlah fasilitas umum dan fasilitas Sosial, seperti Masjid, lokasi pemakaman, areal pendidikan, drainase, semenisasi jalan lingkungan, taman bermain dan lainnya.

Kepala Bappeda Ir Zaitun MSi mengakui, memang ada penyerahan pada 12 Agustus 2014 lalu dari pihak pengembang. Setelah adanya penyerahan tersebut, tim dari instansi terkait turun ke lapangan guna melakukan survei ke lokasi.

“Ya, ada tim survey turun kelapangan guna menindaklanjuti usulan pembangunan jalan poros dimaksud,” singkatnya.

Usai musyawarah berlangsung sekitar satu jam antara para  perwakilan warga dengan pihak Bappeda dan Bagian Administrasi Ekonomi Pembangunan, dengan difasilitasi  Ketua DPRD, para Wakil dan sejumlah anggota DPRD yang ada, pembangunan jalan poros Griya Bangun Sejatera Kelurahan Bangunrejo Kecamatan Pagaralam Utara, akhirnya dapat direalisasikan melalui Anggaran Induk APBD Kota Pagaralam tahun 2015.

 

TEKS       : ANTONI STEFEN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *