DPRD Jambi Kunjungi Wakil Rakyat Sumsel

PALEMBANG – Guna membahas persoalan tapal batas antara kedua provinsi Sumsel dan Jambi. Akhirnya anggota dan Pimpinan DPRD Provinsi Jambi menyambangi DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka kunjungan kerja (kunker). Hal itu dilakukan karena persoalan tapal batas perlu dibahas agar tidak terjadi konflik antar masyarakat daerah perbatasan.

Menurut Wakil DPRD Jam Edi Purwanto, pihaknya akan mendorong Pemerintah dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) segera memberikan kejelasan tapal batas antara Jambi dan Sumsel.

“Persoalan tapal batas ini penting agar persoalannya yang selama ini segera diselesaikan karena akan berakibat konflik masyarakat, kita ini satu rumpun, kami sebagai anaknya Sumsel tentunya minta persoalan ini segera diselesaikan. Dari DPRD kami mendorong pemerintah supaya persoalan ini secara administrasi kemudian dari Mendagri segera memutuskan batas-batas legal formal sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” terang dia.

Dilanjutkan Edi Purwanto, perbatasan antara Sumsel dan Jambi yakni terletak di daerah, Muara Jambi, Tanjung Jabung  timur, Batanghari, dimana yang menjadi persoalan belum ada kepastian titik koordinatnya. Pihaknya bersama Eksekutif akan membentuk tim dan mengecek langsung ke lapangan dengan maksud untuk mengetahui batas-batas sehingga masyarakat yang ada diperbatasan tidak terjadi konflik dan makin harmonis.

“Perbedaan ini bukan menjadi titik untuk berkonflik tapi menjadi batas administrasi, kemudian menjaga harmonisasi antara Sumsel dan Jambi,” kata dia.

Di tempat yang sama, pimpinan sementara DPRD Sumsel, MA Gantada, menyambut baik kunker yang dilakukan DPRD Jambi guna membahas tapal batas. Dimana menurut Gantada, daerah tapal batas pemicu konflik merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam baik di sektor perkebunan maupun pertambangan, sehingga dia pun sepakat untuk memperjelas daerah tapal batas antara Sumsel dan Jambi.

“Setelah diketahui batas-batasnya, nanti akan disosialiasikan di lapangan dengan memasang tanda batas, ini hanya batas administrasi, bukan memisahkan bukan membuat tembok, ini hanya batas untuk identitas masyarakat saja,” ucap Gantada.

 

TEKKS      : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR       : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *