Imbas Rencana Kenaikan BBM, Harga Cabai Meroket Tajam

Ilustrasi Cabai | Dok KS

Ilustrasi Cabai | Dok KS

PALEMBANG – Rencana pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsi, ternyata sudah berdampak negatif. Misalnya pada cabai merah kriting, empat hari lalu masih dijual dengan harga Rp 25-28 ribu per kilogram (kg), sekarang naik menjadi Rp 60 ribu per kg, begitu juga dengan dan cabai rawit, sebelumnya Rp 22-25 ribu per kg saat ini naik menjadi Rp 54 per kg.

“Selain stok terbatas, kenaikan juga diakibatkan oleh rencana kenaikan BBM. Jadi banyak pengepul cabai yang menjual dengan harga tinggi,” kata Heni (36), salah seorang pedagang cabai di Pasar Guba Palembang saat dibincangi, Selasa (4/11).

Heni mengatakan, akibat harga cabai naik, penjualannyapun ikut merosot tajam. Biasanya ia bisa menjual 50 kg cabai per hari. Sekarang hanya bisa terjual 10-20 kg saja, setiap harinya. “Kami pedagang tidak berani lagi ambil cabai ke pengepul, dalam jumlah besar. Takut tidak laku dan akhirnya akan rugi. Harga cabai merah dan cabai rawit, sudah naik semenjak empat hari lalu,” ujarnya.

Heni menyebutkan, sebenarnya saat ini masih musim panen cabai di daerah penghasil seperti Pagaralam, Ogan Ilir (OI) dan daerah lainnya. Tapi pemberitaan media terkait rencana kenaikan BBM, sudah berdampak luas. “Kami sebagai pedagang kecil berharap pemerintah membatalkan kenaikan BBM tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Dalam Negeri (PDN), Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslani mengatakan, untuk kenaikan harga sayur-sayuran biasanya tidak lama. Karena, kenaikan itu terkait dengan stok. “Apabila stok banyak, maka harga akan normal. Tapi sebaliknya, jika stok kosong atau minim. Maka secara otomatis harga akan naik, itu sudah menjadi hukum pasar,” ucapnya.

Terkait kenaikan yang mencapai 100 persen lebih sambung Juni, dikarenakan musim kemarau yang cukup panjang, melanda Bumi Sriwijaya. Menurutnya, hal tersebut berimbas pada produksi panen cabai berkurang. “Stok cabai yang dijual juga sedikit. Kami menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi cabai kering saja,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com