Tersangka Pemerkosaan : Aku Tergiur Lihat Tubuh Korban

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

KAYUAGUNG – Junaidi alias Egong (27) warga Dusun Rimba Naning Desa Sidomulyo Kecamatan Sungai Menang OKI, nekat memperkosa tetangganya sendiri  Wani alias Bujok (24) di pinggir pemandian desa setempat, Selasa (28/10) pagi pukul 09.00 WIB. Akibat ulahnya yang nekat tersebut, pelaku akhirnya diringkus petugas dari Polsek Sungai Menang saat sedang berada di rumahnya, Jumat (31/10).

Informasi yang berhasil dihimpun Kabar Sumatera menyebutkan,  saat kejadian korban Wani sedang mandi sekaligus mencuci sepeda motor di pinggir lebak bekas galian eksavator yang berjarak sekitar 500 meter dari kediaman korban.

Tak lama setelah korban mandi, pelaku pun datang ke lokasi kejadian perkara (TKP) untuk mandi dan sekalian memerbaiki tempat jemuran pakaian dengan membawa sebilah parang. Saat bertemu korban, tiba-tiba niat mesum pelaku muncul apalagi melihat lekuk tubuh korban yang tampak jelas dibalut sehelai kain sarung basah, kemudian dengan menggunakan parang yang digunakannya pelaku mengancam korban agar mau disetubuhi korban.

Korbanpun kemudian dibawa ke lokasi yang cukup jauh di dalam semak-semak,
Karena takut akhirnya korban hanya bisa pasrah saat pelaku melampiaskan birahinya, usai memperkosa korban pelaku akhirnya meninggalkan korban dan mengancam agar tidak menceritakan hal tersebut kepada orang lain termasuk suami korban.

Lalu, keduanya pun pulang ke desa seakan tidak terjadi apa-apa, namun sampai di rumah korbanpun  menceritakan peristiwa yang dialaminya kepihak keluarga hingga akhirnya dilaporkan kepihak  kepolisian.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIK didampingi kasat Reskrim AKP Novi Edyanto dan Kapolsek Sungai Menang Iptu Arpanol Amri mengatakan, setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku dan mengamankannya di Unit PPA Polres OKI untuk proses hukum lebih lanjut.

“Tindak pidana dengan sengaja memaksa atau dengan ancaman kekerasan memaksa seseorang untuk bersetubuh atau pemerkosaan sebagaimana pasal 285 KUHP,” ujar Kapolres.

Sementara itu tersangka Junaidi mengaku, perbuatan yang dilakukannya bukan dengan kekerasan melainkan atas dasar suka-sama suka.

Diceritakannya, sebelum kejadian dirinya datang ke TKP untuk mandi, saat itu dirinya dipanggil Wani untuk meminta bantuan memutar sepeda motornya. Alhasil, Junaidi membantunya, namun saat itu tiba-tiba Wani menyingkapkan   kain sarungnya seraya memperlihatkan kemaluannya kepada pelaku seraya berkata apakah dirinya mau.

Dio itu nyingkapkan sarungnyo dan ngomong galak dak, kato aku galak kemudian kami beduo bergeser ke pinggir,” ujar Junaidi.

Kemudian setelah itu Junaidi lalu membaringkan Wani di atas rumput sembari menggagahinya.

“Saat itu dia (Wani,red) meminta kepada saya agar jangan menceritakan hal tersebut kepada orang lain apalagi ke suaminya, saya juga bilang demikian agar dia tidak bercerita dengan istri saya,” tuturnya.

Usai keduanya merasa puas, akhirnya keduanya pulang ke tempat masing-masing. “Saya tidak tau tiba-tiba polisi datang menangkap saya dan menyatakan saya telah memperkosa, padahal tidak benar saya mengancam. Itu semua karena suka sama suka,” bebernya.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *