Listrik Baru Normal Empat Hari Kedepan, Masyarakat Dihimbau Bersabar

Pembongkaran perangkat listrik oleh petugas di kawasan proyek pembangunan Underpass simpang Patal,Palembang, Kamis lalu.

Ilustrasi Perbaikan Listrik PLN | Dok KS

PALEMBANG – Krisis lisrik, kini menghantui Sumsel. Byarpet aliran listrik yang terjadi di Sumsel sejak Jumat (31/10), masih akan terjadi hingga tiga sampai empat hari kedepan. Sehingga masyarakat hanya diminta untuk bersabar menunggu.

Manajer PT PLN (Persero) Area Palembang, Syarbani Sofyan yang dibincangi Kabar Sumatera, kemarin menyebut bya rpet tersebut disebabkan karena ada transmisi sistem dengan tenaga 150 Kilo Volt (KV) di Bukit Asam, Lahat, mengalami gangguan. Sehingga tenaganya berimbas kepada penyuplaian tenaga listrik ke wilayah Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel).

Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang, yang memiliki daya 150 Mega Watt (MW) mengalami kerusakan. Kondisi ini diperparah, dengan tidak bisa beroperasinya mesin pembangkit sewa dengan kapasitas 120 MW, akibat kendala gas.

Sehingga sebut Syarbani, untuk wilayah Kota Palembang mulai tadi malam (kemarin) sampai pagi ini (kemarin pagi), tidak bisa mensuplai listrik sehingga listrik harus padam. Syarbani menjelaskan, listrik bisa kembali normal dalam waktu tiga sampai empat hari hari kedepan. Saat ini jelasnya, perbaikan sedang dilakukan.

“Selain PLTGU Borang, ada juga mengatakan bahwa PLTGU Keramasan juga mengalami gangguan tegangan karena ada jaringan yang putus sehingga hanya berfungsi satu pembangkit di daerah Musi II yang hanya bisa mensuplai satu lokasi saja yakni di Poligon dan sekitarnya,” imbuhnya.

“Khusus di Area Palembang dan sekitarnya, tercatat sebanyak 700 ribu pelanggan PLN yang mengalami ganggua. Kita sendiri menerima laporan setelah terjadi padamnya listrik, ada 600 ribu pelanggan yang mengeluh atas kejadian ini,” sebutnya.

Masyarakat Diminta Bersabar

Padamnya aliran listrik hampir disebagian kabupaten/kota di Sumsel, membuat banyak masyarakat menggerutu. Namun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, tak bisa berbuat banyak mengatasi persoalan tersebut.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin hanya meminta masyarakat untuk bersabar dalam menghadapi krisis listrik tersebut. Alex meminta PT PLN, segera mengatasi dan mengantisipasinya.

“Kita meminta masyarakat, bersabar. Di Griya Agung, listrik juga padam. Kami juga minta percepatan perbaikan dari PLN, dan PLN sendiri tidak mau hal ini terjadi. Karena itu, akan menurunkan kredibilitas dan mereka mengalami kerugian yang cukup besar,” kata Alex.

Mantan Bupati Muba ini menyebut, krisis listrik yang terjadi di Sumsel ini disebabkan rusaknya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang. Sehingga, daya di Sumsel sebesar 100 Mega Watt (MW), hilang. Hilangnya daya itu jelas Alex, tidak bisa langsung ditutupi dari suplai listrik dari provinsi atau daerah lain.

“Meskipun kita surplus listrik 545 MW, dan mengirim listrik ke provinsi tetangga tetapi rusaknya PLTG Borang membuat daya hilang 100 MW. Itu tidak serta merta bisa digantikan,” ucap Alex.

Disinggung apakah Sumsel akan meminta bantuan dari provinsi tetangga, untuk mengatasi krisis listrik yang terjadi, mantan Bupati Musi Banyuasin (Muba) ini, enggan melakukannya.” Justru kita yang selama ini membantu, kita jadi andalan untuk di Sumatera. Tetapi belajar dari ini, kita ambil hikmahnya, harus ada cadangan untuk kita. Kalau ada gangguan bisa diatasi segera,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ/ARDY FITRIANSYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *