Hasil Produksi Pertanian Empat Lawang Meningkat Pesat

Bupati H Budi Antoni Aljufri didampingi ketua TP PKK Hj Suzana Budi Antoni saat panen raya padi. | Dok KS

Bupati disambut hangat dan akrab oleh ibu ibu petani. | Dok KS

PRODUKSI pertanian di Kabupaten Empat Lawang meningkat pesat, dalam usia lebih tujuh tahun pemerkaran Daerah Otonomi Baru (DOB) efektifitas peningkatan mutu dan produksi pertanian menjadi prioritas. Mulai dari pengembangan fasilitas penunjang, bantuan serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mumpuni.

Dibawah kepemimpinan Bupati H Budi Antoni Aljufri, SE, MM pada periode kedua sebagai bupati defenitif 2014-2018, peningkatan produksi pertanian, peternakan, perikanan dan ketahanan pangan menjadi skala prioritas menunjang pencapaian visi misi  Empat Lawang Ekonomi Maju Aman Sehat dan Sejahtera (EMASS) nan Gemilang. Bahkan sektor pertanian menjadi sektor andalan bumi saling keruani sangi kerawati, mengingat sebagian besar masyarakat Empat Lawang mengandalkan perekonomian dari pertanian.

“Komitmen kita meningkatkan produksi beras hingga tingkat nasional. Untuk itu, pemerintah terus berupaya memaksimalkan bantuan sarana pertanian serta pembangunan infrastruktur berupa bendungan, irigasi dan percetakan sawah baru,” ungkap HBA.

2017 Menuju Lumbung Pangan Sumsel

Bupati H Budi Antoni Aljufri didampingi ketua TP PKK Hj Suzana Budi Antoni saat panen raya padi. | Dok KS

Bupati H Budi Antoni Aljufri didampingi ketua TP PKK Hj Suzana Budi Antoni saat panen raya padi. | Dok KS

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menargetkan, pada 2017 bumi saling keruani sangi kerawati menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan. Disampaikan Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) H Nanti Kasih Ade. Target bukan tanpa alasan pasti. Sebab, diproyeksikan 2016 mendatang, Empat Lawang sudah memiliki lahan persawahan baru seluas 3037 hektar. Jumlah ini dicapai setelah terselesaikannya pembangunan irigasi Lintang Kiri, irigasi Tanjung Ning dan Lintang Kanan. Nah untuk irigasi Lintang kiri sendiri, siring skundernya akan mencakup ke setidaknya 32 desa dari tiga kecamatan yaitu Muara Pinang, Lintang Kanan dan Pendopo.

“Untuk bendungan ada di Kecamatan Muara Payang, saat ini masih pembangunan siring primernya,” jelas Nanti Kasih.

Anggaran pembangunan irigasi Lintang Kiri adalah bantuan dari Kementrian PU pusat. Dengan proyek multiyears total anggaran mencapai Rp 200 Miliar, pada tahap awal pembangunan bendungan dan irigasi primer sebelumnya dikucurkan dana Rp 100 Miliar. Nah pada 2014 ini ada penambahan 46 miliar juga ditahun berikutnya. Sedangkan untuk siring skunder, tinggal menunggu penyelesaian kompensasi bagi pemilik lahan disekitarnya. Dari 3037 hektar direncanakan, saat ini kondisi lahannya masih berupa sawah tadah hujan serta sebagian kecil lahan kosong dan kebun warga. Ada sekitar 1800 hektar harus diperbaiki penuh, jika nanti irigasi Lintang Kiri sudah mulai pengairan maksimal.

Proyeksi Lumbung Pangan Nasional.

Kabupaten Empat Lawang di proyeksi menjadi salah satu lumbung pangan nasional. Dengan potensi luasnya lahan pertanian, letak geografis serta kultur alam memberikan  harapan besar demi kesejahteraan masyarakat.  Tercatat, hasil produksi beras di Kabupaten Empat Lawang sudah mampu melampaui standar produksi nasional. Dengan pencapaian hasil panen 5,6 ton perhektar, cukup significan dari target nasional 4,5 ton per hektar. Pencapaian ini  membuktikan bahwa Empat Lawang mendapat predikat swasembada dan surplus beras.

Peningkatan produksi pertanian di proyeksi melebihi standar nasional setelah irigasi lintang kiri rampung. Dengan perencanaan cetak sawah baru mencapai 3037 hektar, bisa diprediksi hasil produksi beras mencapai 15 juta ton pertahun. Belum lagi program peningkatan irigasi di sejumlah daerah potesial seperti Kecamatan Tebing Tinggi dan Pasemah Air Keruh.

Proyeksi peningkatan lahan persawahan mencapai 3037 hektar, dipastikan hasil pertanian pangan di Kabupaten Empat Lawang mencapai 15 juta ton pertahun. Disampaikan Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin, dirinya optimis dengan selesainya Irigasi Lintang Kiri, mulai 2017 mendatang Empat Lawang menjadi lumbung pangan terbesar di Indonesia.

“Tahun lalu kita menyumbang 1,2juta ton, tahun ini 15juta ton.  Dari Presiden 10jt ton. Insya allah, kalau ini selesai, pencetakan sawah selesai, jaringan tersier dan sekunder selesai. Bisa 5 ton per tahun, per hektar dikali 3075 hektar bisa mencapai 15juta ton.” terang Alex mengakui, dipilih Empat Lawang untuk pembangunan irigasi, karena memiliki potensi yang jelas seperti debit air, kountur tanah dan sebagainya.

Produksi Beras Surplus

Secara umum surplus beras dicapai kabupaten termuda di Provinsi Sumatera Selatan ini, sejak empat tahun terakhir yaitu 2009 dengan pencapaian 88.689 ton atau meningkat 18,19 persen dari tahun 2008. Kemudian pada 2010 hasil produksi mencapai 104.392 ton meningkat 17.70 persen serta 2011 mencapai 124.052 ton atau meningkat 18,83 persen. Nah untuk tahun 2012, hasil produksi beras tetap dapat dipertahankan meski terjadi keterlambatan tanam akibat musim kemarau, dengan hasil produksi 113.622 ton. Untuk 2013, dilakukan subsidi benih bagi SLPTT mencapai 9 ribu hektar di wilayah Paiker, Sikap Dalam, Ulu Musi, Pendopo dan Tebing Tinggi, dengan target produksi diatas 5 persen standar nasional.

No Tahun Luas Tanam (Ha) Luas Panen (Ha) Produktivitas (Ton I ha) Produktis Total (Ton) Keterangan
1 2008 19.633 18.652 4,02 75.033
2 2009 22.222 20.734 4,27 88.689 Peningkatan 18,19 %
3 2010 26.102 24.792 4,24 104.392 Peningkatan 17.70 %
4 2011 26.633 25.301 4,64 124.052 Peningkatan 18,83 %
5 2012 31.987 26.026 4,36 113.622 Dipengaruhi kemarau
6 2013 31.006 29.456

Sumber: DP3 dan KP Kabupaten Empat Lawang 2013

Raih Penghargaan P2BN dari Presiden RI

Dengan pencapaian surplus produksi beras diatas 5 persen target nasional, pemerintah Kabupaten Empat Lawang dibawah pimpinan bupati H Budi Antoni Aljufri, meraih penghargaan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dari Presiden RI selama tiga tahun berturut turut. Yaitu sejak 2009 hingga 2011, dan target 2015 mendatang tetap akan dipertahankan diatas 5 persen standar nasional.

Keberhasilan ini berkat kerja keras dan kebersamaan antara pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama para petani. Dengan tetap memperhatikan beberapa pengaruh peting peningkatan produksi pertanian diantaranya, benih unggul, tekhnis pengolahan, pemupukan, pengairan, pengendalian hama, panen dan pasca panen. Sebagai acuan, tercatat 2011 hingga 2012 disalurkan 100 persen bantuan benih unggul jenis Nikangga, Cigelis dan Ciherang mencapai 13.500 hektar pertahun.

Tahun Jenis Benih Jumlah (Ha) @per Hektar Total Bantuan Keterangan
2011 Nikangga, Cigelis dan Ciherang 11.500 25 Kilogram 287,5 Ton Tersalurkan

100 %

2012 Nikangga, Cigelis dan Ciherang 13.500 25 Kilogram 337,5 Ton Tersalurkan 100 %

Sumber: DP3 dan KP Kabupaten Empat Lawang 2013

Sektor Ketahanan Pangan

Perhatian Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terhadap penduduk miskin dan rawan pangan menjadi slah satu prioritas dalam kepemimpinan bupati, H Budi Antoni Aljufri, SE, MM. Meskipun belum bisa menjadi wilayah terbebas dari kemiskinan, setidaknya penurunan significan jumlah penduduk miskin dan rawan pangan terus terjadi.

Hingga tahun 2012, tidak ada satupun wilayah Kabupaten Empat Lawang tergolong rawan pangan. Kondisi ini tentu berbeda jauh jika ditinjau lagi data pada tahun 2007 atau sebelum Empat Lawang dimekarkan dari Kabupaten Lahat. Hal ini tidak luput dari kerja keras pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat.

Realisasi bantuan bagi masyarakat Kabupaten Empat Lawang dalam upaya menekan angka penduduk miskin dan rawan pangan diantaranya, pembangunan lumbung pagan masyarakat dari tahun 2010 hingga rencana 2015 mendatang mencapai 17 titik di sejumlah wilayah Kabupaten Empat Lawang. Kemudian pembangunan lumbung pangan Pemkab Empat Lawang di Kecamatan Tebing Tinggi pada 2012 lalu.

No Kecamatan Jumlah Data Miskin Daerah Rawan Pangan (Klasifikasi) Tahun Keterangan
1 Tebing Tinggi 36,93 % Tahan 2011  

 

 

 

 

Badan Pusat Statistik dan Analisis Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi

2 Talang Padang 54,11 % Cukup Rawan 2011
3 Pendopo 50.00 % Cukup Rawan 2011
4 Muara Pinang 49,53% Cukup Rawan 2011
5 Lintang Kanan 56,06 % Rawan 2011
6 Ulu Musi 45, 13 % Tahan 2011
7 Paiker 35,22 % Sangat Tahan 2011
1 Tebing Tinggi 5.458 Aman 2012
2 Talang Padang 1.058 Waspada 2012
3 Pendopo 3.293 Aman 2012
4 Muara Pinang 2.620 Waspada 2012
5 Lintang Kanan 2.834 Aman 2012
6 Ulu Musi 2.479 Waspada 2012
7 Paiker 1.711 Aman 2012

 

Sektor Peternakan

Meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak terluput dari sektor peternakan. Berdasarkan data Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Ketahanan Pangan (DP3KP) Empat Lawang, sejak 2008 hingga 2012 jumlah ternak mengalami peningkatan sekitar 5 persen pertahun baik itu jenis ternak besar, kecil maupun unggas. Jumlah ini belum sebanding dengan peningkatan kebutuhan daging di Kabupaten Empat Lawang, siring meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

No Jenias Ternak Jumlah (Ekor) Keterangan
1 Sapi Potong 5.110 Populasi Ternak di Kabupaten Empat Lawang, Hingga 2012

 

@Termasuk Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Empat Lawang.

2 Kerbau 1.013
3 Kambing 6.725
4 Domba 715
5 Ayam Buras 135.600
6 Itik 41.770

Sumber: DP3 dan KP Kabupaten Empat Lawang 2013

Meskipun belum mengalami surplus daging, peningkatan jumlah ternak merupakan dampak positif dalam peningkatan efektifitas peternakan di Empat Lawang. Hal ini tidak luput dari peran pemerintah dalam memberikan bantuan, mulai dari ternak besar seperti kerbau, sapi, ternak kecil seperti kabing dan domba serta unggas. Seperti contoh, pada 2012 lalu, masyarakat Empat Lawang mendapatkan bantuan itik sebanyak 9000 ekor, sedangkan untuk 2013 dilakukan distribusi itik bagi masyarakat sebanyak 5000 ekor. Sementara itu, kebutuhan daging dari 2008 hingga 2012 masih terpenuhi, ditambah sebagian impor dari kabupaten tetangga.

Lepas 3000 Benih Ikan di Sungai Musi

pelepasam benih ikan di sungai musi. | Dok KS

pelepasam benih ikan di sungai musi. | Dok KS

Untuk melestarikan biota Sungai Musi di bumi saling keruani sangi kerawati, pemerintah kabupaten Empat Lawang melepaskan setidaknya 3000 benih ikan. Pelepasan ikan air tawar jenis Nila dan Mas tersebut dilakukan sungai musi Desa Rantau Tenang Kecamatan Tebing Tinggi.

Benihnya ? diambil dari hasil penangkaran di kolam milik Pemkab Empat Lawang sendiri. Dalam waktu dekat akan diupayakan penambahan lagi di beberapa titik aliran sungai musi di Empat Lawang. Tak hanya jenis ikan mas dan nila, nanti juga akan dilepas ikan sungai jenis lain seperti baung, sema.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri mengakui, upaya pelestarian ikan sungai musi penting. Sebab, kedepannya jika ikan sudah berkembang bisa menjadi salah satu potensi perekonomian masyarakat.

“Kegiatan ini untuk pelestarian ikan-ikan di sungai terutama sungai musi kawasan Empat Lawang,” ujar HBA meyakini bibit ikan nila dan mas yang dilepas sudah cukup besar dan bisa berkembang biak lagi. (ADV).

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *