Gara-gara Kadus Ditangkap, Ratusan Massa “Ngamuk” Hadang Polisi

 

 

KAYUAGUNG – Empat orang anggota polisi dari Satreskrim Polres OKI kocar-kacir berlarian menyelamatkan diri dari amukan massa warga Dusun Sungai Rasau Desa Riding Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten OKI, Kamis (30/10) sore.

 

Massa yang berjumlah puluhan orang itu mengamuk karena tidak terima atas tindakan polisi yang menangkap Kodiam (Kadus Sungai Rasau) di dusun itu. Kodiam ditangkap polisi karena dugaan telah melakukan penyerobotan lahan milik PT Selatan Agro Makmur Lestari di daerah itu.

 

Informasi yang dihimpun di lapangan dan kepolisian kemarin sore, 4 orang polisi yang dipimpin KBO Satreskrim Polres OKI Iptu Acep Atmaja itu menggunakan 2 mobil jenis Ford dan Strada milik perusahaan menangkap Kadus Sungai Rasau.

 

Dalam perjalanan pulang dari Sungai Rasau ke Mapolres OKI, massa yang mengetahui Kadusnya ditangkap polisi langsung kompak menghadang laju mobil tersebut. Polisi yang mengetahui jika tujuan massa itu tidak baik, langsung turun dan kocar kacir melarikan diri.

 

Tanpa dikomando, massa langsung mengeluarkan Kadus mereka. Tak hanya itu, massa yang sudah terbakar emosi langsung merusak 2 mobil itu dengan cara membalikkan mobil, memecahkan seluruh kaca dan memukuli bodi mobil hingga rusak berat.

Kapolres OKI AKBP Erwin Rachmat SIK dan KBO Satreskrim dikonfirmasi wartawan kemarin sore membenarkan kejadian itu. Katanya, 4 orang anggota polisi yang menangkap Kadus Sungai Rasau semuanya selamat dan tidak mengalami amukan massa.

“Namun 1 orang sopirnya, sopir dari perusahaan sempat dipukuli warga hingga luka-luka. Kini kondisi di sana sudah aman dan terkendali,”katanya Kapolres OKI. Ditambahkan KBO Satreskrim, ia membenarkan memimpin penangkapan Kadus Sungai Rasau.

Dijelaskan mereka, polisi menangkap Kadus Sungai Rasau karena adanya laporan dari perusahaan yang menyebutkan Kadus tersebut telah menyerobot lahan milik perusahaan. Menindaklanjuti laporan warga, polisi mengamankan Kadus untuk dimintai keterangan.

“Kasus pengrusakan ini tentu akan kami proses sesuai jalur hukum,” katanya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *