Di Cross Country Team Rally AMBC, Indonesia Ditaklukan China

Atlet Indonesia (2A) bersama atlet dari China, China Taipe,Iran dan Jepang saat mengambil star kelas Cross Country Team Relay D. | Dok KS

Atlet Indonesia (2A) bersama atlet dari China, China Taipe,Iran dan Jepang saat mengambil star kelas Cross Country Team Relay D. | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Kontingen Indonesia harus puas diposisi ketiga dalam ajang Asian Mountain Bike Championship 2014 di nomor Cross Country Team Rally yang diselenggarakan di venue Bukit Sulap, Lubuklinggau, Jumat (31/10).

Di nomor ini, kontingen Indonesia menurunkan empat atlet nya yakni Zaenal, Jamal Hibatullah, Nunung Sekarningsih dan Tyas Suyut Azizah. Namun empat atlet sepeda gunung Indonesia itu, harus mengakui keunggulan atlet-atlet dari China dan Jepang.

Pantauan Kabar Sumatera di lokasi, atlet Indonesia kategori Cross Country Team Rally memang sudah mengalami sedikit kendala pada sepedanya pada saat start. Namun, kondisi ini dapat diatasi sehingga pada pergantian, atlet kedua Indonesia sempat diposisi pertama, tetapi tidak bertahan sampai dengan pergantian atlet ke empat.

Pada pergantian ke empat, atlet Indonesia Azizah Suyut berhasil meluncur ke garis finish dibelakang atlet China dan Jepang, dengan waktu satu jam empat menit empat puluh satu detik.

Sementara kontingen China yang menurunkan atletnya, Nazaerbieke, Chengyuan, Bingcheng, dan Siyuan, berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu satu jam dua belas menit tiga puluh detik. Sementara kontingen Jepang yang diperkuat Kyosuke,Yonamine, Takaho, Ari Hirabayshi harus puas diposisi runner up dengan catatan waktu satu jam empat belas menit dua puluh tiga detik.

“Sedangkan juara keempat diaih Iran, dan kelima diraih China Taipe,” kata Ketua Pengda Ikataan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Lubuklinggau, Leonardi Sohe saat dibincangi, kemarin.

Walau hanya berada di posisi ketiga untuk nomor Cross Country Team Rally namun di nomor lainnya, seperti Downhill Man dan Woman serta Cross Country DHI Team, ia optimis atlet Indonesia akan menjadi yang terbaik seperti yang direbut pada ajang yang sama di China tahun lalu. “Tahun lalu di kelas downhild, Indonesia bisa merebut juara 1 putra, juara 3 juga dari Indonesia. Mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan,” ucapnya.

Menurutnya, melihat kondisi atlet Indonesia saat ini, peluang merebut juara masih terbuka lebar walau pun negara lain juga mengincar posisi tersebut. “Semua negara tidak ada yang lemah, semua kuat dan berpeluang menang. Disini ada Jepang, yang pernah mengikuti kejuaraan dunia sementara kita belum pernah,” terangnya.

Sebagai informasi, AMBC 2014 ini secara resmi baru akan dibuka, Sabtu (1/11) oleh Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Usai pembukaan, digelar Official Training XCO sesion 2, Official Training DHI sesion 3, final DHI women elite, final DHI man elite. Minggu (2/11), dilanjutkan final XCO man junior dan man junior, kemudian final XCO women elite dan XCO man elite. Dilanjutkan pembagian hadiah kepada pemenang.

 

TEKS           : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *