Antisipasi Peredaraan Narkoba, Polres Empat Lawang geledah kendaraan satu persatu

RAZIA : Anggota Sat Narkoba dan Sat Lantas Polres Empat Lawang, kemarin memeriksa satu persatu kendaraan yang melintas di Jalinsumteng, Kabupaten Empat Lawang. Razia ini digelar, untuk mempersempit ruang bagi peredaran narkoba. | Foto : Saukani/KS

Anggota Sat Narkoba dan Sat Lantas Polres Empat Lawang, kemarin memeriksa satu persatu kendaraan yang melintas di Jalinsumteng, Kabupaten Empat Lawang. Razia ini digelar, untuk mempersempit ruang bagi peredaran narkoba. | Foto : Saukani/KS

EMPAT LAWANG – Tak ingin wilayahnya menjadi daerah transit bagi peredaran narkoba, Kepolisian Resort (Polres) Empat Lawang, kemarin sekitar pukul 17.00 WIB menggelar razia di Jalan Lintas Sumatera Tengah (Jalinsumteng) Kilometer 12, tepatya di Desa Lubuk Kelumpang, Kecamatan Saling.

Sejumlah anggota Satuan Narkoba Polres Empat Lawang di back up anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas), memeriksa satu persatu kendaraan yang melintas di jalan nasional tersebut. Satu persatu isi kendaraan dan penumpang digeledah, apakah membawa barang haram atau tidak.

Hasilnya, tidak ditemukan satu pun kendaraan atau penumpang yang ketahuan membawa atau menyimpan narkoba. “Kita periksa semua muatannya, jika terbukti membawa barang terlarang akan kita amankan. Namun elum ada temuan, tetapi kita akan terus melakukan pemantauan,” kata Kepala Polres Empat Lawang, AKBP M Ridwan melalui Kepala Sat Narkoba, AKP A Darmawan yang dibincangi, kemarin.

Darmawan menyebut, razia tersebut dilakukan guna mengantisipasi dan mempersempit ruang lingkup peredaran gelap narkoba di wilayah Empat Lawang. Sebab, berada di jalan nasional dan lintas provinsi, Empat Lawang lebih mudah dimasuki pelaku tindak pelanggaran hukum. Terutama sebagai daerah transit peredaran narkotika dan obat terlarang.

Tak hanya sekali sebutnya, razia dilakukan secara rutin dan bergerak dari satu titik ke titik rawan lainnya. Tidak cuma kendaraan umum yang diperiksa, kendaraan pribadi dan mobil boks ikut diperiksa muatannya.

Razia ini, mendapat tanggapan beragam dari sopir, ada yang terganggu ada juga mengaku sudah biasa. Ishak (46), sopir bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tujuan Bengkulu yang dibincangi Kabar Sumatera mengaku, tak memepermasalahkan razia tersebut.

Memang katanya, agar tidak menghambat ada baiknya petugas ditambah lagi, sehingga tidak ada yang menunggu lama. “Kasihan penumpang kita, suka dongkol kalau berhenti lama,” cetusnya.

Sementara Andre (32), sopir bus AKAP lainnya mengaku sudah biasa menemukan ada razia dari kepolisian. Baginya itu, tidak menganggu perjalannya. “Tadi sempat menunggu dan diperiksa, tetapi itu biasa. Bahkan kalau di Bakauheni, Lampung, kendaraan saya pernah digeledah sampai setengah jam lamanya,” tukasnya.

 

TEKS         : SAUKANI

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *