Dugaan Penyelewenang Pajak, Polda Sita 342 Berkas di Samsat

Ilustrasi samsat-corner | Ist

Ilustrasi samsat-corner | Ist

PALEMBANG – Setelah sebanyak 14 orang diperiksa sebagai saksi, terkait penyelewangan pajak di Samsat Palembang, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), terus mendalami siapa saja yang terlibat menikmati uang negara ini.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol R Djarod Padakova menyebut, sampai saat ini penyidik sudah menyita 324 berkas. “Penyidikan kasus ini, masih dilakukan. Ada 324 berkas yang disita dan tengah diperiksa, ini dilakukan sejak beberapa waktu yang lalu,” kata Djarod, Kamis (30/10).

Dokumen dan berkas yang berhasil dikumpulkan, lanjut Djarod, akan digunakan sebagai klarifikasi untuk menemukan tindak lainnya yang berkaitan dengan kasus ini. Selain menyita dokumen, langkah lain yang diambil adalah dengan mencoba melakukan penghitungan kerugian negara secara internal yang nantinya akan dicocokan dengan data yang ada di Samsat Palembang serta hasil AUDIT dari BPK Palembang.

“Penyidik memang juga melakukan penghitungan terkait kerugian negara dari berkas-berkas yang telah dikumpulkan ini supaya penyidikan tidak terhambat. Pasalnya, hingga saat ini, hasil audit BPK belum juga kunjung keluar,” jelas Djarod.

Sejauh ini, masih kata Djarod, penyidik sudah mengambil keterangan dari 14 saksi. Namun sayangnya, hingga saat ini belum dapat menyebutkan identitas saksi-sakssi yang sudah menjalani pemeriksaan.

Sedangkan untuk saksi-saksi lain terkait kasus dugaan penyelewengan di tubuh Samsat Palembang, penyidik pastinya akan memanggil saksi-saksi yang dianggap mengetahui terjadinya kasus ini. Namun, menurut Djarod hingga kini juga belum bisa memastikan kapan penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain.

Untuk di ketahui, dugaan penyelewengan dana setoran pajak di tubuh Samsat Palembang tahun 2012 hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 64 Miliar pertama kali diketahui Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan audit di Samsat Palembang.

Setelah menemukan indikasi tersebut pihak, BKP Palembang menyerahkan kasus tersebut kepada Tipikor polda sumsel untuk menindak lanjutinya, sejauh ini Tipikor Polda Sumsel sudah menetapkan satu tersangka yang berinisial Ir.
TEKS     : OSCAR RYZAL
EDITOR    : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *