Dua Negara Mundur dari AMBC 2014

Atlet AMBC dari salah satu negara saat melakukan latihan di track Lubuklinggau tepatnya di Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau | Dok KS

Atlet AMBC dari salah satu negara saat melakukan latihan di track Lubuklinggau tepatnya di Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubukli | Dok KS

LUBUKLINGGAU – Dua dari 20 negera peserta Asian Montain Bike Championship 2014 yang digelar di kawasan Bukit Sulap, Kota Lubuklinggau menyatakan mundur dari kejuaraan tersebut. Kedua negara dimaksud yakni Nepal dan Singapura.

Kepastian ini disampaikan Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Lubuklinggau, Leonardi Sohe, Kamis (30/10). Namun Leonardi enggan menyebutkan alasan kedua negara itu, mengundurkan diri dari AMBC 2014. “Kalau Singapura, sejak awal memang belum mendaftar. Sementara Nepal, sudah menyampaikan surat pengunduran ke panitia,” kata Dodi, sapaan Leonardi Sohe.

Selain Nepal sampai kemarin sebut Dodi, Lebanon juga belum memberikan konfirmasi apakah akan mengirimkan atletnya di AMBC 2014. “Lebanon belum ada kabar, mundur atau tidaknya. Suratnya belum ada ke kita,” ujarnya.

Untuk diketahui, AMBC 2014 digelar di venue Bukit Sulap, Lubuklinggau. Awalnya diikuti 19 negara diantaranya Nepal, Lebanon, Malaysia, Philipina, Iran, Timor Leste, Uzbekistan, Kazakhstan. Namun, hingga kemarin hanya 17 negara yang sudah memastikan diri ikut dalam AMBC.

Kabel Seling Sky Lift Putus

Sementara itu, hal tak terduga terjadi di kawasan Bukit Sulap Lubuklinggau tepatnya di lokasi pembangunan sky lift yang berada disebelah kanan Bukit Sulap. Akibatnya, rencana uji coba sky lift tersebut terpaksa batal dilakukan.

Hal itu, membuat Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe pun berang. Nanan, sapaan Prana Sohe kian “mengamuk” ketika mengetahui pembangunan sky lift tersebut belum juga selesai padahal hari ini ditargetkan pembangunanya selesai.

Buyan galo kamu ni, aku lulusan sospol bae biso buat perhitungan. Seharusnya kamu perhitungkan ini, padahal kamu lulusan teknik galo. Duet anggaran sudah kusiapkan Rp 900 juta, tapi hasilnyo cak ini,” gerutu Nanan saat mengetahui sky lift belum bisa diuji coba.

Nanan pun semakin, tak bisa menahan emosinya. Ia bahkan mengucapkan kata-kata kasar dihadapan banyak orang. Karena pembangunan sky life tersebut belum selesai, uji coba sky life untuk atlet AMBC 2014 pun, tidak bisa dilakukan.

Padahal, Jumat (31/10) sky life tersebut akan digunakan untuk membawa para atlet AMBC 2014 ke garis start untuk kelas downhill saat sesi latihan resmi. “Apo dak biso ngitung kau ini, awak lulusan teknik galo. Aku yang lulusan sospol biso buat perhitungan matematika,” semprot Nanan kepada Kepala Dinas PU, Nobel Nawawi.

Ketua DPRD Lubuklinggau, H Rodi Wijaya dibincangi terpisah menyayangkan belum selesainya pembangunan sky lift tersebut. Dinas PU kata Rodi, harusnya sudah memperhitungkan semua itu agar pembangunanya tepat waktu. “Kalau itu tidak selesai tepat waktu, bisa diberi sanksi seperti diputuskan kontrak. Hal ini tanggungjawab SKPD terkait,” tukasnya.

 

TEKS           : T MASRI SYAH

EDITOR         : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *