Divonis 6 Tahun, Mantan Sekretaris KPU Berhenti PNS

INDERALAYA – Mantan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kabupaten Ogan Ilir (OI), H. Dedi Al Bakri, diberhentikan secara hormat dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir.

Hal itu menyusul vonis enam tahun penjara yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN), Kayuagung, lantaran terlibat langsung dalam kasus pembunuhan beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) OI, Darjis, Kamis (30/10), kemarin.

Lanjut Darjis, jauh sebelum terjadinya peristiwa pembunuhan tersebut yang bersangkutan (Dedi-red) sudah mengajukan pensiun dini, proses pengajuan pensiun dini terus berlanjut, dan berbarengan dengan terjadinya peristiwa tersebut akhirnya keluar SK persetujuan pensiun dini.

“Jadi, sesuai ketentuan, jika PNS terlibat kasus hukum dengan masa tahanan empat tahun, maka harus berhenti secara tidak hormat dan tidak mendapatkan dana pensiunan.  Untuk Pak Dedi, keputusan pengadilan yakni dengan masa tahanan enam tahun,” ungkapnya.

Masih menurut Darjis, untuk kasus mantan Sekretaris KPU, diperhentikan secara hormat lantaran sebelum kejadian tersebut sudah mengajukan pensiun dini.

“Dedi berhenti secara hormat dengan tetap mendapat pensiun. Soalnya, sebelum kejadian sudah mengajukan pensiun dini,” paparnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, mantan Sekretaris KPU, Dedi Al Bakri ditangkap petugas unit Reskrim Polres OI lantaran terlibat pembunuhan terhadap Rita (39), warga Perumahan Bhakti Guna Blok B2 RT 09 No 19  Desa Tanjung Seteko Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir, yang ditemukan tewas di pinggiran sungai Ogan Desa Bantian Kecamatan Lubuk Keliat Kabupaten OI pada Sabtu (15/2) pukul 03.00 Wib dini hari.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *