Dinsos OKI tak Ada Anggaran

KAYUAGUNG – Harapan Parmi (33) dan Edi Piantoro (22) untuk mendapatkan bantuan kursi roda dari pemerintah sepertinya pupus. Warga Desa Sukapuli, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten OKI ini dengan berat hati harus menerima kenyataan pahit ini. Dengan terpaksa panyakit lumpuh yang dideritanya bertahun-tahun harus menemani hari-hari mereka tanpa alat bantu kursi roda.

“Kalau bisa kami hanya ingin dibantu kursi roda,” pinta keduanya belum lama ini.

Sementara Dinas Sosial Kabupaten OKI, yang sebelumnya telah lebih dulu mengusulkan berbagai usulan  bantuan untuk penyandang cacat, seperti kursi roda ke Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sampai saat ini tidak kunjung dibantu. Sementara Dinas Sosial OKI sendiri mengaku tidak memiliki anggaran khusus untuk membantu para penyandang cacat tersebut.

“Kami sudah usulkan 23 unit kursi roda, serta alat dengar, dan tangan palsu maupun kaki palsu ke Dinas Sosial provinsi tapi tidak dibantu. Kalau untuk anggaran dari kami sendiri jujur saja kita tidak punya,” dikatakan Kepala Dinas Sosial OKI, M Amin, SPd melalui Kabid Bantuan Sosial, M Tohir, SSos, Kamis (30/10).

Ujar Tohir, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Bahkan kata Tohir dirinya juga merasa malu.  Karena dia telah berjanji sebelum memasuki masa pensiun minimal targetnya bisa membantu salah satu penyandang cacat.

“Saya juga ada tetangga yang tidak memiliki tangan. Saya usulkan tangan palsu untuk dia, tapi belum juga dibantu. Saya rasanya malu, kalau tidak bisa membantu dia. Minimal kalau saya pensiun dia bisa mendapat bantuan tangan palsu. Supaya ada kenang-kenangan selama saya menjabat Kabid di Dinas Sosial,” ungkap Tohir.

Walaupun belum ada kepastian kapan bakal dikabulkannya usulan bantuan tersebut. Tohir tetap akan menunggu sampai kapanpun hingga bantuan untuk penyandang cacat itu direalisasikan.

Sekadar mengingatkan, Parmi (33) tak seberuntung wanita lain pada umumnya, yang memiliki kebahagian dalam berumah tangga. Dia kini hanya bisa berdoa kepada Tuhan atas cobaan yang dialaminya. Dengan kondisi lumpuh terbaring sendiri di gubuknya yang berada di Desa Sukapulih, Dusun 2, Kecamatan Pedamaran, OKI.

Ia yang seharusnya mendapat perhatian keluarga termasuk suami tercinta. Dalam keadaan yang hamil tua. Justru ditinggal seorang diri, karena sang suami yang sebelumnya berangkat untuk mencari nafkah sampai saat ini tak kunjung kembali, karena keadaanya yang mengalami lumpuh. Sementara sanak saudaranya juga seakan tak perduli, dan memilih tinggal di Lampung tanpa mau menghiraukan keadaanya sama sekali.

Parmi tak banyak berharap, dengan keadaan hamil tua, anaknya yang akan  dilahirkannya kelak bisa sehat dan tidak sepertinya.

Selain harapan itu, kepada pihak pemerintah kabupaten OKI, dia juga mengharapkan bantuan kursi roda agar bisa membantu aktivitasnya selama membesarkan anaknya yang akan lahir nanti

“Kalau bisa dibantu kursi roda, kami sangat berharap pada pak bupati melalui dinas terkait,” katanya.

Selama ditinggalkan suami dan hidup seorang diri, Parmi mengaku untuk memenuhi kebutuhan hanya mengandalkan bantuan para tentanganya yang memiliki kepedulian terhadapnya.

“Dalam keadaan seperti ini saya tak bisa berbuat banyak, untung tetangga yang masih peduli kepada saya,” ungkapnya.

Semetara nasib serupa tidak hanya dialami oleh Parmi. Di Desa Sukapulih, Dusun 3, Kecamatan, OKI tak kalah memprihatinkan juga dialami oleh Edi Piantoro (22), dia mengalami lumpuh layu sejak umur dua tahun. Karena penyakit polio disaat masih bayi. Edi hanya bisa menjalani hari harinya di rumah. Dan tidak bisa beraktivitas layaknya pemuda pada umumnya. Edi juga sangat mengharapkan bantuan kursi roda dari pihak pemerintah. Untuk membantunya.

“Kalau bisa minta dibantu kursi roda juga,” ujar Edi di depan Camat Herkoles yang sempat mengunjungi kediamannya.

Camat Herkoles, berjanji akan menyampaikan harapan kedua warganya yang mengalami lumpuh itu untuk bisa dibantu kursi roda kepada pemerintah kabupaten melalui instansi terkait yang dalam hal ini Dinas Sosial.

 

TEKS     : DONI AFRIANSYAH

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *