Bandar Ganja Terjaring Razia

KAYUAGUNG – Seorang bandar ganja  Jamal bin Sofian (43), warga Kota Negara Kampung  II Kecamatan Buai Madang Kabupaten OKU Timur terpaksa mendekam di sel tahanan Polres OKI karena  kedapatan membawa daun ganja kering  seberat ½ kilogram. Tersangka Jamal yang kesehariannya sebagai petani ini terjaring razia yang digelar Polsek Kayuagung di depan kantor bupati OKI, Kamis (30/10) pukul 22.00 WIB.

Informasi yang  berhasil dihimpun, kejadian berawal ketika tersangka  mengendarai sepeda motor Yamaha RX King BG 5207 YR datang dari Palembang tujuan simpang Talang Pangeran dan saat berada di lokasi kejadian, tersangka melihat adanya aparat yang sedang razia terlihat dan melihat razia tersebut tersangka panik sehingga menambah laju kecepatan kendarannya.

Aparat yang curiga melihat sepeda motor tersangka dengan kecepatan tinggi langsung memberhentikan laju kendaraannya, namun tersangka bukannya berhenti melainkan tancap gas. Berkat kesigapan aparat laju kendaraan tersangka berhasil dihentikan dan ketika didekati  ternyata tersangka merasa cemas dan gugup, ketika didekati tersangka berusaha mempertahankan tas  abu-abu miliknya.

Merasa curiga dengan tas milik tersangka, selanjutnya aparat memeriksa dan tersangka berusaha mempertahankan tas miliknya, setelah diperiksa ternyata didalamnnya ditemukan buntalan barang yang dikemas dalam plastik kemudian dilakban warna coklat.  Setelah dibuka ditemukan daun ganja kering siap edar seberat ½ kilogram.

Selanjutnya tersangka dibawa ke Polsek Kota Kayuagung untuk kemudian dilimpahkan ke Polres OKI guna penyidikan lebih lanjut.

Kapolres OKI melalui KBO Reskrim, Ipda Acep Atmaja membenarkan pihaknya menangkap tersangka Jamal yang terjaring razia aparat.

“Tersangka Jamal terjaring razia dan saat digeledah ditemukan daun ganja kering seberat ½ kg,” kata Acep.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut ternyata daun ganja tersebut didapat tersangka dari saudaranya di kelurahan 7 Ulu Palembang bernama Irin.

“Tersangka terancam hukuman 5 hingga 12 tahun penjara,” katanya.

Tersangka Jamal sendiri saat diintrogasi petugas mengatakan, ganja seberat ½ kg tersebut dibelinya dari saudaranya Irin seharga Rp 700 ribu dan rencananya akan diantarkan ke seorang bandar ganja di desa Kuripan Tanjung Lubuk.

“Biasa kalau saya ambil dan jual lagi ke Bandar di desa Kuripan sebesar Rp 1,5 juta,” kata terangka yang mengaku juga senang mengkonsumsi narkoba tersebut.

“Jujur pak saya memang jual ganja dan senang juga mengkonsumsinya,” katanya.

 

TEKS    : DONI AFRIANSYAH

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *