Ada PPUT & PPUM Sediakan Layanan Kencan, Dinsos Hanya Berikan Teguran

Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Park

Razia Panti Pijat dan Temat Hiburan Malam Oleh Polisi Pamong Praja (Pol PP) | Foto : Bagus Kurniawan/KS

PALEMBANG – Walau diduga melakukan praktik prostitusi, namun 20 Panti Pijat Urut Tradisional (PPUT) dan Panti Pijat Urut Modern (PPUM) di metropolis, hanya mendapatkan teguran tertulis saja dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang.

Itu pun teguran dilatari karena 20 PPUT dan PPUM tersebut, tidak memiliki izin bukan karena diduga menyediakan layanan prostitusi. “Dari laporan masyarakat, 20 PPUT dan PPUM tersebut, diduga melakukan praktik prostitusi tersembunyi. Makanya kami layangkan peringatan,” kata Kepala Dinsos Kota Palembang, Faizal AR, Kamis (30/10).

Surat teguran tersebut jelasnya, sudah dilayangkan beberapa waktu lalu. Surat teguran dilayangkan, selain diduga menyediakan layakan kencan bagi pria hidung belang, 20 PPUT dan PPUM ini juga tidak memiliki izin.

Mereka sebut Faizal, sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Palembang Nomor 29 tahun 2011 Tentang Pengawasan PPUT, PPUM, Salon Kecantikan dan Pangkas Rambut. “Dalam Perda itu, diatur tempat usaha seperti panti pijat tidak boleh ada sekat di ruangannya. Selain itu jam operasional dibatasi, sampai pukul 23.00 WIB. Tetapi aturan tersebut, dilanggar,” jelasnya.

Pemilik 20 PPUT dan PPUM itu terang Faizal, diberikan waktu 15 hari untuk mengurus perizinan usaha mereka. Mereka juga, dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dengan adanya jasa layanan kencan seperti dilaporkan masyarakat.

Sementara itu, Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial, Dinsos Palembang, Juana Ria mengatakan, di Palembang ada 145 PPUT dan PPUM yang tersebar di 16 kecamatan di Palembang. “PPUT dan PPUM ini menyebar, seperti di Jalan Kol H Barlian dan kawasan Ilir Barat Permai serta tempat lainnya,” ujarnya.

Dari 145 PPUT dan PPUM tersebut terang Juana, ada 20 yang tidak memiliki izin. “Untuk tahap awal, kita hanya peringatkan. Tetapi jika pemiliknya, tidak mau mengurus perizinan dan menghiraukan himbauan Dinsos maka kita akan koordinasi dengan Sat Pol PP, untuk menutup usaha tersebut,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *