Pemprov Sumsel Siapkan Rp 51 M Bebaskan Lahan di TAA

Pelabuhan Tanjung Api-api | Dok KS

Pelabuhan Tanjung Api-api | Dok KS

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), mulai melakukan pembebasan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-api (TAA), pada awal 2015 mendatang.

Di lokasi tersebut tercatat, 217 hektar lahan yang akan dibebaskan pada tahap pertama. “Total lahan yang akan dibebaskan yakni 2.030 hektar. Tapi pada tahap pertama ada 217 hektar, sisanya akan dibebaskan awal tahun depan,” kata Kepala Biro (Karo) Pemerintahan Pemprov Sumsel, Edward Chandra, Rabu (29/10).

Pemprov sebutnya, akan melakukan rapat intenal dalam rangka perencanaan untuk pengadaan lahan KEK. Saat ini ujarnya, telah dibentuk tim untuk persiapannya. Tim tersebut terdiri dari Badan Pertanahan, Bappeda, BPN, Biro Pemerintahan, Disperindag, PU BM, dan Pemerintah Kabupaten serta jajaran setempat.

“Berdasarkan UU No 2 tahun 2012, ada beberapa tahapan yakni perencanaan, persiapan pelaksanaan dan penyerahan hasil. Kami bentuk tim guna mempermudah proses pembebasan lahan,” jelasnya.

Sebelum melaksanakan pembebasan lahan, pihaknya akan terlebih dahulu survey lokasi guna mencatat serta menginventaris kepemilikan lahan di KEK tersebut. Jadwalnya kata Edward, akan dilakukan pada 18-21 November mendatang. “Bersama tim, kami akan ke lokasi dan menentukan titik nol ploting dari total 217 hektar lahan ini,” ungkapnya.

Untuk mendukung pembebasan lahan tahap pertama ini, pempov menganggarkan dana Rp 51 miliar. Dana tersebut akan diserahkan pada Disperindag Sumsel, sehingga nantinya dibuat dokumen perencanaan pembebasan lahan, dan pihaknya akan membantu dalam menyiapkan dokumen itu. “Target dokumen perencanaan itu dibuat pada 2012 lalu dan pada 2015 nanti akan ditargetkan untuk penyerahan hasilnya,” jelas Edward.

Sebelumnya, Disperindag Sumsel menerima alokasi dana pembebasan lahan di kawasan KEK sebesar Rp 51 miliar. Alokasi tersebut, didapat dari anggaran dana tahun 2015 dan dananya pun akan langsung turun untuk direalisasikan demi pembebasan lahan.

Kepala Disperindag Sumsel, Permana menuturkan, pihaknya mendapatkan amanah yang sangat berat untuk melakukan pembebasan lahan di KEK TAA. “Pada 2015, kami akan lakukan pembebasan lahan seluas 217 hektar di tahap pertama. Dananya diturunkan langsung dari APBN sebesar Rp51 miliar. Tugas kami disini melakukan pengembangan terhadap KEK di TAA, sebagai kawasan industri yang diharapkan bisa menarik minat investor dari luar Sumsel,” tukasnya.

 

TEKS          : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *