Mahasiswa Penyambung Lidah Untuk Transaksi Non Tunai

Ilutrasi Kartu ATM | Dok KS

Ilutrasi Kartu ATM | Dok KS

Jelang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dan upaya pemerintah menggalakan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT), Bank Indonesia (BI) gencar melakukan sosialisasi. Mahasiswa pun kini dianggap paling efektif sebagai penyambung lidah terutama pemahaman tetang perbakan.

 

R Mirmansyah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VII Palembang melalui Syarifuddin Bashara, Direktur BI wilayah VII Palembang menyampaikan, bahwa mahasiswa cukup mudah memahami hal-hal baru termasuk produk perbankan yang bisa digunakan untuk kenyamanan bertransaksi masyarakat.

 

Bahkan, si mahasiswa dianggap mempunyai peran yang cukup besar kepada masyarakat terutama dalam penyampaian informasi secara langsung. Dengan pemahaman yang dimiliki, setidaknya mahasiswa ini bisa menyampaikan wawasannya kepada keluarga maupun kerabat terdekat.

 

“Upaya edukasi perbankan kepada mahasiswa ini berkontribusi cukup besar terhadap program pemerintah, apalagi akan mendekati MEA, masyarakat seharusnya tidak lagi buta perbankan,” katanya kepada ratusan mahasiswa Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang, Rabu (29/10).

Program pemerintah seperti GNNT akan mendorong masyarakat lebih nyaman bertransaksi terutama jika sudah menggunakan uang elektronik atau e-money. Salah satu fasilitas perbankan ini bahkan bisa memungkinkan penggunanya mengatur keuangan lebih baik, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang pecahan untuk transaksi dalam jumlah kecil.

“Jika semakin banyak mahasiswa yang menggunakan uang elektronik ini, maka dapat mendorong masyarakat disekitarnya juga ikut menggunakan. Setelah merasa nyaman, nantinya akan berdampak pada kebiasaan,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Desfitrina, didampingi Kepala Jurusan Ekonomi Manajemen Ima Andriyani usai edukasi perbakan dan GNNT di Aula BI mengungkapkan, banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa mendorong program pemerintah melalui lembaga keuangan seperti Bank Indonesia.

Lewat edukasi seperti ini mahasiswa bisa dekat dengan program pendidikan. Selain itu, mahasiswa juga dapat mengimplematasikan dalam kehidupan sehari-hari. Walapun di kampus sudah ada mata kuliah seperti Manajemen Perbankan namun perlu juga untuk mengetahui langsung sasaran yang akan dicapai lembaga keuangan.

“Pada dasarnya kemajuan dunia pendidikan akan lebih berkembang jika punya generasi bangsa seperti mahasiswa yang pro aktif. Dengan modal pengetahuan, setelah terjun ke masyarakat mahasiswa ini dapat menentukan arah yang akan dicapai,” katanya.

Sebenarnya bukan hanya mahasiswa Fakultas Ekonomi yang harus paham perbankan, namun Fakultas lain dalam lingkungan pendidikan harus paham perbankan. Melalui lembaga inilah banyak aktivitas ekonomi yang terjadi di masyarakat, sehingga jika dihadapkan dengan MEA 2015, sudah bisa melakukan langkah sendiri.

“Ilmu perbankan ini sangat luas menurut kami, memahami fungsi lembaga keuangan seperti bank sentral ini saja mahasiswa akan tertarik dengan hal lain. Di kampus boleh paham tentang penyaluran kredit, suku bunga bank, fasilitas produk perbankan namun jika itu tidak menarik minat untuk implementasi ini akan sia-sia,” ungkapnya.

Pihaknya berharap, mahasiswa khusunya di Unitas punya motivasi yang kuat dalam semua pembelajaran terutama dalam aspek pengetahuan umum yang dapat dibina dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mahasiswa ini ke depan tidak lagi menjadi penonton di negaranya sendiri, namun dapat menggalakan perekonomian bangsa lebih baik lagi.

Salah satu mahasiswa Unitas, Reno Saputra mengakui banyak hal yang bisa dilakukan jika sudah mengetahui tentang Lembaga Keuangan seperti Bank Sentral. Kegiatan edukasi seperti ini akan mendorong mahasiswa untuk peduli terhadap kebijakan pemerintah yang akhirnya berdampak terhadap masyarakat.

“Dengan edukasi ini bisa lebih memahami kondisi yang terjadi di masyarakat, tadinya tidak tau dengan suku bunga acuan (BI rate) sekarang sudah sedikit mengerti. Kebijakan moneter, menekan inflasi dan berbagai aktivitas lainnya bisa mendorong kami lebih peduli lagi dengan bangsa ini,” katanya.

Sebagai mahasiswa, menurutnya ini sangat penting terhadap kelangsunganaktivitas perekonomian bangsa. Kebijakan pemerintah yang direalisasikan pada masyarakat akan dapat dipahami, sehingga arah kebijakan mendapat sorotan dari masyarakat.

 

TEKS    : AMINUDDIN

EDITOR    : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *