Ketua PWI OKI Bantah Terima Rp 10 Juta

KAYUAGUNG – Isu SMS gelap yang menyebutkan mutasi jabatan oleh Bupati OKI, Iskandar SE, belum lama ini terhadap 141 pejabat eselon 2, 3, dan 4 yang dipungut uang ratusan juta rupiah via BKD OKI untuk disetor ke Bupati. Tak hanya bupati yang dicatut, nama Ketua PWI OKI Endri Irawan pun digadang-gadang menerima uang Rp 10 juta.

Kendati Bupati secara terang-terangan isu tersebut tidak benar adanya. Bahkan orang nomor satu di OKI ini menantang siapa yang bisa membuktikan akan diberikannya imbalan dua kali lipat dari jumlah uang yang disetor tersebut.

“Kalau memang bisa membuktikannya saya tambah dua kali lipat,” kata Bupati OKI, Iskandar SE.

Ketua PWI OKI, Endri Irawan coba mengklarifikasi terkait isu SMS yang menyatakan dirinya ikut menerima uang sebanyak Rp 10 juta. Baca Juga : (SMS Gelap Mutasi, Bupati OKI : Kalau Terbukti, Saya Tambah Rp 200 Juta Lagi)

“Saya perlu luruskan dan klarifikasi atas pemberitaan di koran Kabar Sumatera, di mana dalam SMS itu ada nama saya disebut menerima Rp10 juta dari dr Linda, saya tegaskan itu tidak benar,” terang Endri Irawan.

Endri, yang diketahui  merupakan mantan kader PAN dan memiliki kedekatan dengan Bupati OKI ini mengatakan, jangankan menerima uang Rp 10 juta. Dengan dr Linda pun dia tidak tahu dan tak pernah ketemu.

“Yang namanya dr Linda itu saya tidak tahu yang mana orangnya. Kenal juga tidak,” tegas Endri.

Endri mengatakan, dirinya sangat perlu memberikan klarifikasi terkait namanya yang dicatut. Karena menyangkut nama organisasi PWI.

“Kalau tidak diklarifikasi nanti nama saya  bisa tercemar sampai ke kabupaten/kota di Sumsel, apalagi saya sebagai Ketua PWI,” ungkapnya.

Ia tak menapik, Endri juga memberikan tanggapan terkait sms gelap yang menyebutkan adanya Ketua PWI yang menerima Rp10 juta itu.

“Saya meyakini memang uang Rp10 juta itu ada yang diduga diterima oknum wartawan dari dr Linda yang mengatasnamakan untuk ketua PWI OKI,”  katanya.

Adapun dari berita sebelumnya tentang sms gelap tersebut yang telah beredar luas di kalangan media. “Ass. Mutasi dilingkungan Pemda OKI pada tanggal 10, 14, dan 23 Oktober 2014 lalu,  ada 141 pejabat eselon 2,3 dan 4. Leding sektor BKD OKI ada beberapa pejabat yang menyetor ke bupati via BKD. Seperti dr Linda Sofriyanti yang kini menjabat Direktur RSUD Kayuagung menyetor Rp50 juta,  dan untuk PWI OKI Rp10 juta, eselon 2 menyetor Rp200 juta, sementara  Nursula dan Dahlan tidak menyetor.

“Demikian bunyi SMS gelap itu yang dikirim melalui nomor 081311395116. Namun, sayang ketika wartawan coba menghubungi nomor ponsel tersebut, nomor yang dimaksud tidak aktif lagi. “Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif” begitu bunyi pesan diponsel saat nomor itu ditelepon guna untuk dikonfirmasi.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *