SMS Gelap Mutasi, Bupati OKI : Kalau Terbukti, Saya Tambah Rp 200 Juta Lagi

 

 

Bupati OKI, Iskandar SE dan Istri, | Foto : Dok KS

Bupati OKI, Iskandar SE dan Istri, | Foto : Dok KS

KAYUAGUNG – Mutasi jabatan yang dilakukan Bupati OKI, Iskandar SE, kepada 141 pejabat di lingkungan Pemkab OKI pada Kamis (23/10) lalu masih menyisakan persoalan. Kendati sejumlah pejabat yang saat ini dipromisikan ke jabatan strategis telah menduduki jabatan barunya di instansi masing-masing.

 

Namun, akan sedikit terganggu dengan beredarnya sms gelap yang menyebutkan pada mutasi besar-besar yang dilakukan bupati, sejumlah pejabat mulai dari eselon 2, 3, dan 4 dipungut dana kisaran sebesar Rp 60 juta hingga Rp 200 juta yang disetor ke Bupati OKI.

 

Isi SMS gelap yang dinilai menyudutkan ini, beredar luas disejumlah kalangan media di Kabupaten OKI. Di mana bunyi sms tersebut “Ass. Mutasi dilingkungan Pemda OKI pada tanggal 10, 14, dan 23 Oktober 2014 lalu,  ada 141 pejabat eselon 2,3 dan 4. Leding sektor BKD OKI ada beberapa pejabat yang menyetor ke bupati via BKD. Seperti dr Linda Sofriyanto yang kini menjabat Direktur RSUD Kayuagung, menyetor Rp 50 juta,  dan untuk PWI OKI Rp10 juta, eselon 2 menyetor Rp 200 juta, sementara  Nursula dan Dahlan tidak menyetor.” Demikian bunyi SMS gelap itu yang dikirim melalui nomor 081311395116.

 

Namun, sayang ketika wartawan coba menghubungi nomor ponsel tersebut, nomor yang dimaksud tidak aktif lagi.

 

“Nomor yang anda tujuh sedang tidak aktif”. Itulah bunyi pesan di ponsel saat nomor itu ditelepon guna untuk dikonfirmasi.

 

Bupati OKI, Iskandar SE, terkait beredarnya SMS gelap tersebut yang dinilai menyudutkan dirinya. Dikonfirmasi usai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Selasa (28/10) menegaskan, isu tersebut tidak benar adanya, bahkan bupati menantang siapa yang bisa membuktikan kebenaran itu maka dirinya akan memberikan uang dua kali lipat dari jumlah tersebut.

 

“Kalau ada yang bisa membuktikan akan saya bayar lagi. Misalnya, bayar Rp 200 juta bahkan saya tambah lagi Rp 200 juta,” tantang bupati.

Ucap Iskandar, sejak awal dalam mutasi dirinya tidak pernah meminta pungutan dari pejabat sedikitpun.

 

“Jadi itu tidak ada sama sekali, kalau bisa membuktikan akan saya bayar,” tandasnya sambil mengakhiri wawancara dengan sejumlah media.

 

TEKS:DONI AFRIANSYAH

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *