Perbatasan Pulau Semambu-Palemraya Rawan Kriminalitas

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat

INDERALAYA – Jauh dari pemukiman warga serta masih banyaknya pepohonan layaknya hutan menjadikan perbatasan Pulau Semambu-Palemraya, Kecamatan Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), rawan kriminalitas dan diduga menjadi tempat pembuangan mayat korban pembunuhan.

Dari catatan pihak Kepolisian Resort (Polres), OI, sejak Januari-Oktober 2014, sudah ada tiga mayat yang diduga korban pembunuhan ditemukan di wilayah tersebut.

Untuk menghilangkan kesan angker serta memberikan keamanan kepada warga yang melintas Polres OI berencana akan membangun pos polisi.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat mengatakan, dalam tahun ini saja sudah tiga kali penemuan mayat di dearah tersebut.

“Posnya akan kita bangun di perbatasan Desa Pulau Semambu dan Desa Palemraya. Ya, tidak jauh dari penemuan mayat Makmun, kemarin,” ungkapnya, Selasa (28/10) kemarin.

Kapolres mengakui, daerah tersebut sepi dan  jauh dari pemungkiman warga, dan dikelilingi hutan. “Pembangunan pos ini, nantinya kita akan lakukan kerjasama dengan perusahaan di daerah itu sendiri,” imbuhnya.

Pihaknya juga meminta kepada warga yang tinggal di dekat perbatasan tersebut untuk segera melapor ke pihaknya jika melihat orang yang tidak dikenal masuk daerah tersebut.

“Jika orang masuk dan mencurigakan segera lapor, kita akan segera tindaklanjuti,” imbuhnya.

Sementara itu, Prapto, warga setempat mengatakan, di perbatasan tersebut, sudah hampir lima kali ditemukan mayat, sejak beberapa tahun belakangan ini.

“Semua di sungai irigasi. Yang kali inilah mayatnya ditemukan di gorong-gorong irigasi,” ujar.

Menurutnya, yang ditemukan rata-rata sopir, dua sopir taksi, satu sopir bus kota. “Yang dua lupa saya, tidak ada kabar mayat itu warga mana dan apa profesinya,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah bisa memasang lampu jalan didaerahnya tersebut. “Wajar mas daerah kami ini jadi pembuangan mayat, pertama gelap, hutan, dan sepi. Coba kalau dipasang lampu, orang yang mau buang mayat disini berfikir dua kali,” tukasnya.

 

Teks   : Junaedi Abdillah

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *