Pengusaha Orkes : Senjata Api untuk Jaga Diri

PALEMBANG – Atas dalih untuk jaga diri, Frans (49) memiliki senpi orisinil jenis FN sejak 10 tahun silam. Namun, karena tidak memperpanjang izin kepemilikan senpi, pengusaha orkes itu diciduk polisi akhir tahun 2013.

“Saya tidak bisa memperpanjang izin kepemilikan senpi. Namun, meski izin tidak bisa diperpanjang, senpi itu saya tidak serahkan kepada aparat kepolisian,” kata pria yang kerap disapa Kamran ini, saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Selasa (28/10).

Dibeberkan Kamran, dirinya sengaja membeli senpi itu dari PT Pindad. Tujuannya, untuk jaga diri mengingat statusnya sebagai pengusaha orkes. Ia menilai, pekerjaannya rawan mengundang pelaku kriminal untuk mengincar dirinya.

Namun, di tahun 2005, izin kepemilikan senpi untuk Kamran sudah habis. Ia lalu mencoba mengurus perpanjangan senpi, namun tidak bisa. Saat izin habis, Kamran seharusnya menyerahkan senpi itu kepada aparat kepolisian. Namun, tidak ia lakukan.

Fakta persidangan, Kamran mulanya dikabarkan sebagai bandar narkoba jenis sabu. Atas informasi ini, sejumlah anggota Reskrim dari Ditres Narkoba Polda Sumsel mendatangi kediaman Kamran di lokasi penangkapan. Namun, narkoba yang dicari tidak ditemukan.

Di tengah penggeledahan, aparat menemukan satu pucuk senpi jenis FN tersimpan di dalam tas yang ada di atas lemari pakaian Kamran. Selain itu, juga ditemukan dua butir peluru karet, dua butir selongsong peluru,satu sarung senjata dari kulit. Kamran pun langsung diamankan.

 

TEKS  : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *