Jemaah Haji Wajib Cek Kesehatan

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ebola  Dinkes Kota  Palembang, mewajibkan kepada seluruh jemaah haji  yang baru datang dari tanah suci, untuk melakukan tes medis. | Foto ; Iwan Cheristian KS

Untuk mengantisipasi penyebaran virus ebola Dinkes Kota Palembang, mewajibkan kepada seluruh jemaah haji yang baru datang dari tanah suci, untuk melakukan tes medis. | Foto ; Iwan Cheristian/KS

PALEMBANG – Untuk mengantisipasi penyebaran virus ebola di metropolis, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, mewajibkan kepada seluruh jemaah haji asal Palembang yang baru datang dari tanah suci, untuk melakukan tes kesehatan di Dinkes Palembang.

“Kesehatan jemaah pulang haji harus dipantau terus. Karena virus ebola itu banyak menyebar di Arab Saudi,” kata Kepala Dinkes Kota Palembang, Anton Suwindro yang dibincangi, Selasa (28/10).

Tetapi Anton optimis, tidak ada jemaah haji asal Palembang yang tertular virus tersebut. Menurut Anton apabila jemaah pulang haji terserang penyakit mematikan tersebut, tidak mudah untuk sampai ke kediamannya. Pasalnya, di bandara sudah di tempatkan alat pendeteksi suhu panas atau Thermal Scanner.

“Apabila didapati jemaah pulang haji, suhu tubuhnya melebihi batas normal. Maka akan langsung di isolasi, atau diberikan perawatan dan dipisahkan dengan jemaah lainnya,” ujarnya.

Anton menyebutkan, alat tersebut adalah alat pendeteksi otomatis, yang di letakkan di terminal kedatangan internasional dan alat tersebut mampu merekam puluhan hingga ratusan orang yang berfungsi merekam suhu badan manusia. Kemudian ditampilkan di alat monitor.

“Nantinya di monitor tersebut akan ada simbol tubuh orang tersebut, jika suhu badannya panas maka akan timbul jumlah derajat, misalnya 37 derajat celcius (cc) dan simbol tubuhnya berwarna hijau atau merah. Dengan begitu secara otomatis, alarm akan berbunyi,” bebernya.

Anton menambahkan, gejala bagi manusia yang terserang virus ebola itu, akan dimulai dua hari hingga tiga minggu setelah terjangkit virus dengan ciri-ciri, demam tinggi, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan sakit kepala. “Biasanya di ikuti dengan mual, muntah, dan diare, serta menurunnya fungsi liver dan ginjal. Nah pada saat itulah orang mulai mengalami masalah pendarahan,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *