Hasil Jawaban CPNS Bisa Terlihat Langsung

 

Ilustrasi

Ilustrasi

PAGARALAM – Hasil pengerjaan soal yang dijalankan para peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dapat dilihat langsung dari monitor yang terpasang di luar ruang tes. Hal itu terlihat dalam tes penerimaan CPNS Kota Pagaralam 2014 yang dilaksanakan di Kompleks Perguruan Muhammadiyah,  Kota Pagaralam.

 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagaralam, Imam Pasli SSTP MSi mengemukakan, begitulah kelebihan dilaksanakan sistem computer assited test (CAT) yang diberlakukan dalam tes tahun ini.

 

“Hal itu menunjukkan bahwa tes CPNS lebih bersih dan transparan. Karena dapat bersama-sama menyaksikan proses pengerjaan soal yang dilakukan peserta tes,” ujarnya, kemarin (28/10).

 

Ia mengatakan, proses itu terlihat langsung dari monitor yang terkoneksi ke seluruh komputer yang ada di depan peserta.

 

“Meski begitu, kita tidak diperkenankan masuk dan melihat pesertanya, melainkan hanya bisa melihat jawaban yang dikerjakan para pesrta tes,” kata  Imam.

 

Pada tes penerimaan CPNS kali ini lanjutnya, ada tiga kriteria soal yang diujikan, diantaranya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelejensi Umum (TIU), dan Tes Kompetensi Pribadi (TKP). Masing-masing soal mempunyai skor minimal yakni 75 untuk TWK, 70 untuk TIU, dan 126 untuk TKP.

 

“Kalau ada salah satu nilai yang di bawah itu berarti dianggap tidak lulus passing grade, dan harapan peserta tes untuk lulus PNS jauh sudah. Sementara pada hari pertama ada peserta yang memperoleh  nilai TWK-nya di bawah 75, padahal dua nilai lain di atas seratus. Hal itu kemungkinan peserta dimaksud tidak lulus,walauipun dalam rangking yang ditempel bahwa yang bersangkutan berada di deretan atas karena nilai kumulatifnya bagus,” jelasnya.

 

Kemudian Imam menerangkan setiap selesai satu sesi, hasil tes langsung dicetak dan ditempelkan di papan pengumuman. Hasil tersebut langsung diurutkan berdasarkan nilai total dengan memperlihatkan nilai TWK, TIU, dan TKP peserta. Peserta yang berada di rangking atas tidak menjadi jaminan lulus karena nilainya tidak seimbang dan jatuh di salah satu kriteria. Sementara peserta yang lulus passing grade juga belum tentu lulus karena harus dibandingkan dengan peserta lain dalam satu formasi dan tergantung jumlah kuota yang diterima.

 

“Kemungkinan yang lulus passing grade banyak, tapi jika jumlah kuota penerimaannya kurang tetap saja tidak diterima. Kartena disini tetap mengutamakan sistem rangking berdasarkan yang lulus passing grade yang berlaku,” katanya seraya berkata begitu juga sebaliknya bisa jadi tidak ada satupun yang lulus dalam satu formasi karena tidak ada peserta yang memenuhi passing grade sehingga formasi itu kosong penerimaan.

 

Pantauan di lapangan tampak sejumlah warga melihat nilai tes yang sedang dikerjakan para peserta tes melalui layar monitor. Disana dapat terlihat nomor, nama peserta dan pengumpulan nilai sementara dari tiga kategori tes yang diuji.

 

“Semoga saja anak saya dapat memenuhi passing grade, jadi tinggal menunggu hasil peserta lain,” kata Andi  salah satu warga Indragiri saat mengantar anaknya menjalani tes.

 

Ditambahkan Ibrahim, seorang peserta mengaku pasrah karena nilainya tidak memenuhi passing grade.

 

“Ya, paling tidak pelaksanaan tes ini transparan dan kita jadi tahu kalau tidak lulus karena memang memperoleh nilai kurang atau karena tidak punya kebun untuk dijual,” candanya.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *