Harga Karet Turun, Daya Beli Masyarakat Ikut Anjlok

MUARAENIM – Anjloknya harga karet membuat daya beli masyarakat, ikut anjlok. Kondisi ini ditunjukkan, sepinya aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Muaraenim. Bahkan, beberapa pedagang mengaku rugi karena sepinya pembeli.

“Kita akui, sekarang ini daya beli masyarakat mengalami penurunan drastis. Salah satu penyebabnya, adalah rendahnya harga karet,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Muaraenim, Syarpuddin yang dibincnagi di ruang kerjanya, Selasa (28/10).

Menurutnya di Muaraenim saat ini, harga karet di Muaraenim hanya mencapai Rp 4 ribu per kilogram (Kg). Jatuhnya harga karet ini sebut Syarpuddin, salah satunya disebabkan rendahnya kualitas karet yang dihasilkan petani.

Kondisi ini sebut Syarpuddin, sudah dibahas ditingkat provinsi. Dalam pembahasan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel meminta semua instansi terkait, untuk dapat membantu meningkatkan kualitas karet dari petani. Sehingga harga jual, dapat kembali tinggi dan bisa memulihkan perekonomian masyarakat. “Kita berharap harga karet kembali normal, sehingga daya beli masyarakat pun menjadi stabil,” ujarnya.

Sebelumnya sejumlah pedagang di Pasar Muaraenim mengeluhkan sepinya pembeli dalam beberapa bulan terakhir. Wati (35), salah satu pedagang sembako di Pasar Muaraenim mengaku, dalam beberapa bulan terakhir pengunjung pasar terlihat sepi.

Bahkan, jelang Idul Adha lalu, warga yang berbelanja jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya. “Memang sepi pasar dalam beberapa bulan ini pak, pendapatan kita turun drastis. Bahkan pedagang sayur, ada yang tidak berjualan karena selalu merugi sebab barang dagangannya banyak yang busuk. Kita berharap, kondisi seperti ini dapat segera berakhir,” harapnya.

 

TEKS            : SISWANTO

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *