Duh, Puluhan Anak di OKU Selatan Jadi Korban Pedofil

Ilustrasi | Antarafoto.com

Ilustrasi | Antarafoto.com

  • Terjadi di Warkuk OKU Selatan
  • Dilakukan Pelaku Sejak 2009
  • Korban Diprakirakan Bakal Bertambah

OKU SELATAN – Miris, mungkin kata ini yang paling tepat menggambarkan kondisi yang terjadi di Kabupaten OKU Selatan. Bagaimana tidak, di kabupaten tersebut ada puluhan anak yang menjadi korban pedofil atau pelecehan seksual.

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, di Desa Kota Batu, Kecamatan Warkuk Ranau Selatan, Kabupaten OKU Selatan, ada delapan bocah berusia 10 tahun sampai 14 tahun menjadi korban pedofil atau kekerasan seksual.

Jumlah korban tersebut, kemungkinan terus bertambah. Ironisnya, kekerasan seksual terhadap anak ini, sudah terjadi sejak 2009 lalu dan baru terbongkar, Selasa (28/10). Kasus ini, kini tengah ditangani oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Banding Agung.

Petugas, sudah menahan tersangka As’ak bin Dulman (57), salah satu tokoh masyarakat di desa tersebut. “Baru ada delapan korban yang melapor ke kita, kemungkinan jumlah korbannya bakal terus bertambah,” kata Kepala Kepolisian Resort (Polres) OKU Selatan, AKBP Wira Satya Triputra melalui Kepala Polsek Banding Agung, Aiptu Ujang Abdul Azis ketika dikonfirmasi, kemarin.

Kedelapan korban yang sudah melapor tersebut, semuanya berjenis kelamin laki-laki. Mereka yakni MR (14), D (12), H (13), R (13), N (13), RM (13), F (11) dan M (14). Semua korban masih sekolah dibangku Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Terbongkarnya kasus ini, berawal dari laporan dari masyarakat yang masuk ke Polsek Banding Agung. Dalam laporan tersebut kata Ujang, ada anak-anak yang tidak mau lagi belajar mengaji karena menjadi korban pencabulan pelaku.

Mendapatkan laporan tersebut, anggota Polsek Banding Agung pun menindaklanjutinya dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) yakni satu unit televisi, Video Compact Disc (VCD), kain sarung, dan kain lap yang diduga digunakan pelaku untuk melakuan aksi mesumnya.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya. Ia mengaku, perbuatannya itu sudah dilakukan sejak 2009 sampai sekarang. Saat ini, yang berhasil di data sebagai korban baru delapan orang. Namun tak menutup kemungkinan korban dapat terus bertambah,”ungkap Ujang.

Ujang menerangkan, dari pengakuan pelaku, modusnya dilakukan dengan mengajak korban menonton film porno. Setelah itu, barulah korban dicabuli saat sedang mengaji secara bergiliran. “Tersangka akan kita jerat, dengan pasal 88 Undang-Undang (UU) Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” jelasnya.

Terpisah Kepala Desa (Kades) Kota Batu, Herli Badri saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Herli mengaku tidak pernah mengira, tersangka tega melakuan perbuatan asusila tersebut.

“Kita tidak mengira, itu dilakukan tersangka sebab ia termasuk orang yang dihormati disini. Namun sebagai masyarakat, kami menyerahkan sepenuhnya dengan kepolisian. Kami berharap tersangka, dihukum seberat-beratnya,” ujarnya.

Herli menerangkan, tersangka sudah menjadi guru mengaji di Desa Kota Batu sejak tahun 1976. Selama ini sebutnya, tidak ada prilaku aneh dari tersangka. “Saya sendiri, adalah salah satu muridnya. Sepengetahuan saya, dulu ia tidak seperti itu. Entah apa sebabnya, ia tega berbuat seperti itu,” tukasnya.

 

TEKS        : FITRI

EDITOR      : DICKY WAHYUDI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *